Pengungsi Aleppo dalam kondisi krisis setelah serangan bom barel oleh rezim

Pengungsi Suriah menemui tentara Turki dan mereka berharap bisa menyeberang ke wilayah Turki pada 5 Februari 2014. (Foto : AFP)
8

ALEPPO (Arrahmah.com) – Serangan ofensif bom barel oleh rezim Nushairiyah terhadap kota Aleppo telah menciptakan kondisi krisis para pengungsi baru, sebagian warga mengungsi ke perbatasan Turki.

Sebuah outlet media yang berbasis di Aleppo dan pro-oposisi, Halab News mengatakan bahwa selama pekan lalu 1.500 keluarga telah mencoba untuk menyeberang dari timur ke bagian barat kota.

Pos pemeriksaan al-Qasr telah melihat antrian panjang orang yang mencoba untuk menyeberang.  Mengutip sumber-sumber Bulan Sabit Merah, Halb News mengatakan sekitar 300 keluarga melakukan perjalanan dari timur ke barat dalam satu hari, lansir Daily Star (6/2/2014).

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan helikopter rezim menjatuhkan bom barel pada setidaknya empat pemukiman di Aleppo, sementara beberapa pemukiman lainnya menjadi sasaran serangan udara rezim selama sehari, menewaskan sedikitnya lima orang.

SOHR mengatakan bahwa secara nasional jumlah korban pada hari Selasa (4/2) mencapai 182 orang.

Helikopter rezim pada Rabu (5/2) juga menurunkan selusin bom barel di pinggiran kota Damaskus, Daraya, dua desa di provinsi Hama dan daerah pedesaan di provinsi Qunaitra, namun tidak ada laporan pasti mengenai korban jiwa dalam serangan tersebut.

Turki telah menyambut ratusan ribu pengungsi.

“Kamp di Kilis telah berada pada kapasitas penuh sayangnya, namun ada ruang bebas di kamp kami yang lain,” ujar petugas pers untuk badan bencara Turki, AFAD merujuk ke kamp-kamp pengungsi di dekat perbatasan turki.

Ankara memberlakukan kebijakan “perbatasan terbuka” untuk menerima para pengungsi tersebut.

Sebuah kamp di wilayah Suriah dekat penyeberangan perbatasan Bab al-Salameh, sekitar 50 kilometer di utara Aleppo juga penuh.  Pejabat media IHH di Kilis menambahkan bahwa angka-angka di sana meningkat menjadi 25.000 dari 14.000 pada minggu lalu.

“Orang-orang Suriah yang tidak masuk ke Turki berlindung di Suriah hanya di bawah selimut,” ujarnya.  Suhu di malam hari di daerah itu jatuh hingga di bawah titik beku.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.