Pemko Padang setujui dua bangunan lippo group, FMMTS tetap menolak

Walikota Padang Fauzi Bahar (kiri) saat menyerahkan dokumen Amdal kepada PT Surya Persada Lestari di Balai Kota Padang, Aia Pacah, Rabu (29/1/2014),
26

PADANG (Arrahmah.com) – Walikota Padang, Fauzi Bahar mengatakan, pembangunan super block Lippo Group tidak mungkin dilakukan bila banyak masyarakat yang menentang. Untuk itu, ia hanya memberikan izin pembangunan terhadap dua bangunan saja, yakni hotel dan mal.  Sebelumnya, masyarakat menentang menolak pembangunan rumah sakit dan sekolah yang dikhawatirkan memboncengi misi Kristenisasi alias pemurtadan.

“Karena masyarakat Kota Padang akan menghadapi pilkada putaran II, kemudian pemilu, maka saya sebagai selaku walikota harus menciptakan suasana yang kondusif agar pesta demokrasi tersebut berjalan lancar. Oleh karena itu, saya cuma mengizinkan dua bangunan saja, karena masyarakat yang menentang menduga bahwa ada misi keagamaan tertentu jika rumah sakit dan sekolah tersebut tetap dibangun. Walau pun sebenarnya rumah sakit dan sekolah yang akan dibangun oleh Lippo Group tersebut sebenarnya tidak ada memboncengi misi apa-apa, kecuali hanya kepentingan bisnis. Saya tetap mengakomodir kepentingan masyarakat yang menolak itu, supaya nantinya ketika hotel dan mal itu dibangun, tidak ada lagi penolakan. Jika ternyata nantinya hotel dan mal ini juga ditolak, saya tidak tahu lagi harus berkata apa,” jelas Fauzi Bahar usai menyerahkan dokumen Amdal kepada PT Surya Persada Lestari di Balai Kota Padang, Aia Pacah, Rabu (29/1/2014), seperti ditulis Haluan Kamis (30/1/2014).

Dokumen Amdal tersebut dikeluarkan sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB0 di Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan. Izin pembangunan tersebut dikeluarkan dengan disahkannya dokumen Analisis Mengendai Dampak Lingkungan (Amdal) Lippo Group tersebut oleh Pemko Padang. Dokumen tersebut disahkan setelah PT Surya Persada Lestari sebagai konsultan Lippo Group, memperbaiki dan melengkapi dokumen Amdal pembangunan tersebut.

Sementara itu, Ketua Forum Masyarakat Minangkabau Tolak Siloam, Masfar Rasyid, pihaknya tetap menolak pembangunan hotel dan mall yang akan dibangun Lippo Group. Namun, pihaknya belum memutuskan apa langkah yang akan dilakukan selanjutnya.(azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.