Berita Dunia Islam Terdepan

Konsensus rakyat Palestina melawan negosiasi

37

Support Us

GAZA (Arrahmah.com) – Gerakan Hamas memperbaharui penolakannya terhadap pembicaraan lanjutan antara otoritas Palestina dan penjajah “Israel” yang  menguntungkan penjajah “Israel”, sebagaimana yang dilaporkan oleh The Palestinian Information Center, Rabu (15/1/2014).

Anggota Hamas, Sami Khater, memperingatkan bahwa perjanjian kerangka kerja yang ditawarkan oleh John Kerry tidak memenuhi batas minimum hak-hak Palestina.

Khater menyatakan dengan tegas penolakan penuh Hamas atas negosiasi yang berlangsung saat ini dalam ketidakseimbangan kekuatan yang menguntungkan penjajah “Israel”, terutama bahwa hasil negosiasi pasti akan mengorbankan pihak yang lemah.

Tidak ada warga Palestina yang dapat menerima rencana Kerry untuk mengakui “Israel” sebagai negara Yahudi, netralitas Yerusalem, pertukaran tanah, dan likuidasi hak kembali, katanya.

Berita Terkait

Khater mengatakan bahwa Hamas telah memberitahu tim negosiasi otoritas Palestina atas penolakannya terhadap proses negosiasi tersebut.

Sementara itu, sebuah lokakarya telah diselenggarakan oleh Majelis Rakyat Melawan Negosiasi pada hari Selasa di Kantor Pusat Engineers Union di Gaza dengan mengusung tema “Posisi faksi Palestina terhadap negosiasi Israel-Palestina.”

Selama lokakarya, faksi rakyat Palestina menyuarakan penolakan mereka terhadap proses negosiasi saat ini, dan mengatakan bahwa negosisasi itu bertujuan untuk melikuidasi Palestina dan menutupi kejahatan “Israel”.

Dr Sami Abu Zuhri, juru bicara Hamas, menegaskan bahwa negosisasi tersebut datang pada saat situasi regional Palestina dan Arab lemah. Dia mengatakan bahwa otoritas Palestina Mahmoud Abbas tidak berhak untuk melaksanakan proses negosiasi tersebut ditengah konsensus nasional.

Sementara itu, Dr Ahmed al-Modalal, pemimpin Gerakan Jihad Islam, menyatakan bahwa negosiasi saat ini datang untuk melikuidasi Palestina, dia menegaskan bahwa rakyat Palestina tidak akan pernah menyerahkan hak mereka yang sah kepada penjajah “Israel”. Dia juga menyerukan untuk kembali mengaktifkan opsi perlawanan. (ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah