Pemprov DKI tak ambil pelajaran tahun lalu, ulangi lagi gelar maksiyat undang bencana malam ini

Gelar pesta maksiyat di malam pergantian tahun 2013, dua pekan kemudian bencana banjir besar menimpa Jakarta termasuk Bundaran HI tempat digelarnya puncak acara maksiyat tersebut
95

JAKARTA (Arrahmah.com) – Masih ingat momen tahun baru 2013 lalu? DKI Jakarta diterpa musibah banjir yang dahsyat. Ketika itu, banjir datang beberapa hari setelah perayaan tahun baru 2013 yang menghabiskan puluhan milyar dengan berbagai macam hiburannya. Kini setelah setahun berlalu, rupanya teguran Allah berupa banjir besar yang telah merugikan hingga triliunan rupiah itu tidak membuat pemda dan warga Jakarta kapok.

Malam ini, Selasa (31/12/2013) dimulai pada pukul 19.00 WIB, pemprov DKI Jakarta kembali menggelar Jakarta Night Festival untuk menyambut tahun baru 2014 yang berpusat di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman dengan berbagai hiburan. Total ada 194 acara hiburan yang disiapkan Pemprov DKI yang dipimpin oleh gubernur Joko Widodo (Jokowi) itu. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan, jumlah ini sedikit berkurang dari tahun sebelumnya yang berjumlah 196. Namun untuk jumlah lokasi makin bertambah dari 155 menjadi 156 lokasi.

“Tahun ini jumlah acara berkurang, tapi untuk jumlah lokasi malah bertambah,” kata Arie seperti dikutip detik.com, Senin (30/12/2013).

Arie mengatakan, 194 acara tersebut disebar di 5 wilayah Jakarta. Untuk di Jakarta Pusat ada 82 acara di 52 titik. Jakarta Utara ada 15 acara di 14 titik. Jakarta Barat ada 27 acara di 26 titik. Di Jakarta Selatan ada 64 acara di 59 titik, dan di Jakarta Timur ada 5 acara di 4 titik.

Maksiat akan mengundang bencana

Menurut mantan misionaris, Ustaz Bernard Abdul Jabbar, perayaan tahun baru Masehi berasal dari kaum kafir yang dimulai jaman Romawi pimpinan Julius Caesar pada 45 SM (sebelum masehi). “Umat Islam jelas haram ikut merayakannya, apalagi jika dilakukan dengan maksiat. Nabi Muhammad Saw mengingatkan dalam haditsnya, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut,” papar Ustaz Bernard.

Dia juga mengingatkan, seharusnya bencana banjir tahun lalu menjadikan pelajaran untuk tidak kembali bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Didalam al Qur’an, Allah Swt berfirman, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar),” jelas Ustaz Bernard membacakan surat Ar-Ruum ayat 41.

(suaraislam/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.