Berita Dunia Islam Terdepan

Anshar Al-Shariah Tunisia bantah amir mereka tertangkap pasukan AS di Libya

55

Support Us

TUNISIA (Arrahmah.com) – Pada Senin (30/12/2013) kemarin, sejumlah media di Afrika Utara melaporkan bahwa Seifallah bin Hassine yang juga dikenal sebagai Abu Iyad Al-Tunisi, Amir Mujahidin Anshar Al-Shariah Tunisia, tertangkap dalam serangan gabungan salibis AS dan pasukan boneka Libya di kota Misrata.

Tunis Afrique Presse mengklaim bahwa Abu Iyad yang bernama asli Seifallah Bin Hussein Mokni, pemimpin kelompok Ansar Al-Shariah yang terdaftar sebagai “organisasi teroris” telah ditangkap pada Senin (30/12) pagi di Libya, menurut sumber keamanan resmi.

Lebih lanjut media Afrika Utara itu mengklaim bahwa pasukan khusus AS menangkap Abu Iyad dan beberapa orang lain yang menyertainya, dengan bantuan pasukan dan warga Libya, masih klaim dari sumber yang sama. Abu Iyad diklaim ditangkap di kota Misrata, Libya.

Sebelumnya, perdana menteri interim Ali Larayedh mengklaim pada 27 Agustus lalu mengenai keterlibatan organisasi jihad tersebut dalam aksi “terorisme” di Tunisia dan memasukkannya ke dalam daftar “organisasi teroris”.

Berita Terkait

Menanggapi rumor tersebut, Anshar Al-Shariah Tunisia segera mengeluarkan pernyataan yang membantah bahwa amir mereka telah tertangkap. Mereka menyatakan bahwa Anshar Al-Shariah di Tunisia membantah penangkapan pemimpinnya, Abu Iyad Al-Tunisi, oleh pasukan AS dan Libya di kota Libya, Misrata.

ast1

Dalam sebuah pernyataan yang diposting di akun Twitter-nya pada tanggal 30 Desember 2013 itu, kelompok jihad ini menyatakan bahwa “media telah berbohong” dan membuat kisah penangkapan Abu Iyad dalam rangka memancing para pemuda Salafi untuk segera mengambil sebuah respon fisik.

Mereka menambahkan, “Anshar Al-Shariah di Tunisia menggenggam tangan-tangan para pemuda mereka pada khususnya, dan para pemuda Salafi saat ini pada umumnya, untuk berhati-hati dengan diri mereka dalam menghadapi rumor-rumor tersebut, para perilis [berita bohong] itu tidak dapat merasakan kepuasan dan tidak dapat diminati kembali di pasaran mereka tanpa berbohong dan memalsukan [berita]. Kejahatan [mereka] merupakan hal yang akan mereka tanggung!” (banan/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah