Berita Dunia Islam Terdepan

Moskow mencabut pelarangan al-Qur'an

38

Support Us

MOSKOW (Arrahmah.com) – Meredakan kekhawatiran tentang kebebasan beragama bagi warga Muslim di Federasi Rusia, pengadilan daerah Rusia telah memutuskan membatalkan keputusan sebelumnya yang melarang terjemahan al- Qur’an. Keputusan tersebut disambut dengan gembira oleh organisasi dan ulama Islam.

“Kami mengharapkan keputusan pelarangan al-Qur’an akan dibatalkan,” kata Rushan Abbyasov, wakil kepala Dewan Mufti Rusia, mengatakan kepada Times Moskow, Rabu (18/12/2013).

Kami secara aktif berpartisipasi dalam proses banding, dan ahli agama kami menunjukkan bahwa terjemahan Kuliyev itu sama sekali tidak ekstrimis.

“Pengadilan distrik tidak kompeten, membuat keputusan semata-mata untuk memicu reaksi populer, dan pengadilan daerah menyadari itu.”

Pada hari Selasa, Pengadilan Regional Krasnodar membatalkan keputusan bulan September oleh pengadilan di Novorossiysk, sebuah kota di selatan Rusia, yang melarang penerjemahan Al-Qur’an oleh Azeri Elmir Kuliyev.

Keputusan pengadilan Novorossiysk didasarkan pada pasal 282 KUHP tentang “hasutan permusuhan kebangsaan, ras, atau agama.”

Pengacara dari Elmir Kuliyev, yang menulis terjemahan, mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Hukum “anti-ekstremisme” Rusia telah disahkan pada tahun 2002, dengan tujuan membatasi potensi ancaman “militan”, sehingga lebih dari 2.000 publikasi telah dimasukkan pada daftar hitam yang diposting di website Departemen Kehakiman.

Analis politik Alexander Verkhovsky menegaskan bahwa pengadilan distrik yang awalnya memutuskan untuk melarang terjemahan al-Qur’an Kuliyev, dianggap tidak mematuhi standar hukum tertinggi.

“Saya tidak melihat mengapa mereka ingin melarang versi tertentu dari al-Qur’an,” kata Alexander Verkhovsky, direktur Pusat Informasi dan Analisis SOVA yang berbasis di Moskow.

“Keputusan itu dibuat oleh pengadilan tingkat rendah dengan kompetensi yang meragukan.”

Sebuah larangan serupa juga terjadi pada bulan Juni 2012,  termasuk pelarangan terhadap 65 buku-buku Islam yang dianggap sebagai literatur ekstremis oleh pengadilan.

Daftar buku-buku ini termasuk judul-judul terkenal seperti Riyadh as-Salihin dan  Hadith Arbain Imam an-Nawawi, Sirah Nabawy Ibn Hisyam, Hisnul Muslim Al-Qahthani, Mizan al-Amal Imam al-Ghazali, dan Sejarah Nabi dari Adam sampai Muhammad.

Selain itu , daftar ini jufa mencakup buku-buku pemikir Turki seperti Said Nursi, Fethullah Gulen, Osman Nuri Topbash, Omer Chelika, Mustapha Ozturk, dan penulis Muslim modern seperti kitab paling populer di Moskow yang ditulis oleh Imam Shamil Alyautdinov  “Jalan ke iman dan Kesempurnaan” dan terjemahan al-Quran Elmir Kuliev yaitu “Menuju Quran.”

Federasi Rusia adalah rumah bagi sekitar 23 juta Muslim di utara Kaukasus dan selatan republik Chechnya , Ingushetia dan Dagestan .

Islam adalah agama terbesar kedua Rusia yang mewakili sekitar 15 persen dari populasi yang didominasi Orthodox 145 juta. (Ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah