Mujahidin Anshar Bait Al-Maqdis merilis pernyataan terkait aksi protes yang terus digelar mahasiswa Mesir di sejumlah universitas

71

Support Us

SINAI (Arrahmah.com) – Dalam sebuah pernyataan yang dirilis ke forum-forum jihad pada Jum’at (13/12/2013), Mujahidin Bait Al-Maqdis membahas mengenai aksi protes yang terus digelar mahasiswa Mesir di universitas mereka.

Para mahasiswa tersebut merupakan pendukung mantan presiden Muhammad Mursi yang digulingkan oleh junta militer pada awal Juli lalu. Mereka dilaporkan “telah menggelar protes setiap hari selama berbulan-bulan di dalam dan di luar universitas mereka,” lansir Reuters.

Dalam pernyataannya, Mujahidin Anshar Bait Al-Maqdis menyatakan bahwa mereka meyaksikan aksi para pengunjuk rasa di sejumlah universitas dan melihat apa yang mereka “alami di tangan para penjaga pemerintahan neraka dari kalangan tentara dan polisi.”

Kelompok jihad yang berbasis di Sinai ini secara khusus mengecam serangan terhadap para pengunjuk rasa muslimah, sebuah masalah yang telah digarisbawahi dalam laporan mereka sebelumnya.

Berita Terkait

Mereka mengatakan pada 17 November lalu bahwa penargetan dan pembunuhan terhadap Letnan Kolonel Mohammed Mabrouk, seorang petugas keamanan nasional senior, merupakan tanggapan mujahidin atas penangkapan dan interogasi terhadap sejumlah muslimah oleh pasukan brutal keamanan Mesir.

Menurut Mujahidin Anshar Bait Al-Maqdis, serangan terhadap para mahasiswa di sejumlah universitas tersebut tidaklah mengejutkan karena otoritas sekuler “tahu bahwa para pemuda telah menjadi bahan bakar untuk revolusi dan kutub perubahan selama berabad-abad dan [dari waktu ke] waktu.”

Kelompok jihad ini selanjutnya menyeru kepada para pemuda Muslim Mesir untuk bersama-sama menegakkan Syariah Islam. Mereka menegaskan bahwa, “darah kalian adalah darah kami, kehormatan kalian adalah kehormatan kami.”

Sementara itu, pada 7 Desember lalu, Muhammad bin Mahmoud Rabie Al-Bahtiyti, seorang petinggi Al-Qaeda, telah menyerukan Umat Islam Mesir untuk berjuang menuju pelaksanaan pemerintahan berbasis syariah.

Kaum Muslimin Mesir harus “berdiri dalam menghadapi operasi militer sengit yang dipimpin oleh orang-orang yang penuh kepalsuan dan kekuatan khayalan ini,” desak Muhammad. Mereka harus “mendidik masyarakat tentang kewajiban mereka untuk mendukung agama dan memberdayakan Syariah,” lanjutnya. (banan/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Turki: Kami beda dalam 2 hal dengan AS

ANKARA (Arrahmah.com) - Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin kemarin (22/11/2020) mengungkapkan poin ketidaksepakatan yang paling menonjol antara negaranya dan Amerika Serikat. "Apakah Joe Biden tiba di Gedung Putih atau…

Meski Ada Sejumlah Bukti, Arab Saudi Bantah Pertemuan Rahasia Dengan PM "Israel"

RIYADH (Arrahmah.com) – Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud membantah pemberitaan bahwa Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada Ahad (22/11/2020) untuk bertemu dengan…

Israel Lancarkan Serangan Artileri ke Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Pasukan pendudukan penjajah Zionis, pada Sabtu malam (21/11/2020), kembali melancarkan serangan artileri ke sebuah pos kendali lapangan di Jalur Gaza utara, tak lama setelah jatuhnya sebuah roket yang ditembakkan dari…

Aparat Gabungan Dikerahkan Copot Spanduk HRS di Jateng

SEMARANG (Arrahmah.com) - Aparat gabungan dikerahkan untuk menyisir baliho bergambar Habib Rizieq di seluruh wilayah Jawa Tengah. "Pencopotanya tidak hanya di daerah Solo, tetapi di seluruh jajaran Polda Jateng. Spanduk yang dicopot…

Netanyahu desak agar AS tak kembali ke kesepakatan nuklir Iran

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu, dalam pesan kepada Presiden terpilih AS Joe Biden, mengatakan pada hari Minggu (22/11/2020) seharusnya tidak ada kembali ke kesepakatan nuklir Iran 2015 yang…

Jazuli: Jangan Sampai TNI Terjebak Politik Praktis

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini berharap agar TNI bersikap dan bertindak secara terukur dan proporsional dalam merespon dinamika politik di masyarakat. Jangan sampai TNI terjebak dalam politik praktis yang mana hal…

DPR: Baliho HRS Urusan Satpol PP

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota Komisi I DPR RI, Willy Aditya mengatakan penurunan baliho bergambar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) merupakan ranah dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Maka dari…

Revolusi Mental Jokowi Versus Revolusi Akhlaq HRS

Oleh: Ustadz Irfan S. Awwas Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin JAKARTA (Arrahmah.com) - Setiap manusia, kafir maupun muslim, secara mutlak memiliki tiga macam unsur kehidupan, sejak dilahirkan sampai mati. Yaitu, fisik, prilaku,…

Saudi yakin Biden hadirkan stabilitas di Timteng

RIYADH (Arrahmah.com) - Menlu Arab Saudi mengatakan pada Sabtu (21/11/2020) ia percaya diri bahwa Joe Biden dan Demokrat yang akan mendominasi pemerintah AS di masa mendatang akan mengeluarkan kebijakan yang menolong kawasan Timur Tengah…

Kabarnya dikunjungi "Israel", namun Sudan 'tidak sadar'

KHARTOUM (Arrahmah.com) - Pemerintah Sudan pada Selasa (24/11/2020) membantah memiliki informasi tentang kunjungan delegasi "Israel" ke Khartoum yang diumumkan sehari sebelumnya oleh seorang pejabat dari Tel Aviv. "Kabinet tidak…

Pompeo tegaskan negara Arab lain yang 'normalkan' hubungan dengan "Israel"

DUBAI (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan negara-negara Arab lainnya juga akan menormalisasi hubungan dengan "Israel", TV Al-Arabiya melaporkan pada hari Minggu (22/11/2020). Washington akan terus bekerja untuk…

Prancis Ngamuk Setelah Pakistan Tuduh Macron Sama Seperti Nazi

PARIS (Arrahmah.com) – Prancis menuntut Pakistan menarik komentar Menteri Federal untuk HAM Shireen Mazari yang menyamakan Presiden Emmanuel Macron dengan Nazi. Melalui Twitter, Mazari menyebut Macron memperlakukan Muslim di Prancis…

Iklan