Berita Dunia Islam Terdepan

Seorang petinggi kunci "Hizbullah" tewas dalam sebuah serangan di dekat Beirut

54

Support Us

BEIRUT (Arrahmah.com) – Milisi Syi’ah pendukung setia rezim Nushairiyah Suriah, “Hizbullah” mengatakan salah satu pemimpin mereka dibunuh di dekat Beirut dan menuduh “Israel” berada di balik pembunuhan tersebut.

Saluran televisi “Hizbullah”, al-Manar yang pertama kali mengumumkan kematian Hassan al-Laqqis di dekat rumahnya di wilayah Hadath.

Pernyataan oleh milisi setan asal Libanon tersebut mengatakan bahwa Laqqis tewas sekitar tengah malam di distrik Haddath, Beirut.  Mereka tidak memberikan rincian perstiwa.

Mereka bersikeras menuduh “Israel” berada di balik serangan terhadap al-Laqqis, namun “Israel” pada Rabu (4/12/2013) membantah tuduhan tersebut.

“Israel’ tidak ada hubungannya dengan hal ini,” ujar juru bicara kementerian luar negeri “Israel”, Yigal Palmor kepada AFP.

Seorang pengamat senior di Carnegie Middle East Center di Beirut, Yezid Sayigh mengatakan kepada Al Arabiya bahwa pembunuhan tersebut telah diprediksi.

Berita Terkait

“Saya telah mengantisipasi semua bersama ancaman nyata untuk Libanon, bukan hanya ‘perang saudara’, melainkan apa yang kita lihat sekarang, bom mobil, pembunuhan, serangan roket,” ujarnya.

“Sekarang tidak ada bukti bahwa ‘Israel’ berada di balik ini,” lanjutnya.

Dekat dengan Nasrallah

Sejak keterlibatan “Hizbullah” dalam perang Suriah, tidak bisa dihindari kelompok-kelompok yang mendukung pejuang Suriah akan menargetkan para petinggi “Hizbullah”.

“Hassan al-Laqqis adalah seorang militer, terlibat dalam perencanaan militer ‘Hizbullah’ dan sangat dekat dengan pemimpin gerakan, Hassan Nasrallah,” ujar Ibrahim Sharqieh, seorang pengamat resolusi konflik di Brooklyn Doha Center kepada Al Arabiya.

“Laqqis juga bertanggung jawab atas komunikasi di dalam ‘Hizbullah’ yang merupakan sesuatu yang sangat penting untuk kelompok,” lanjutnya menjelaskan mengapa al-Laqqis menjadi target pembunuhan. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah