Berita Dunia Islam Terdepan

Pemerintah Australia menangkap dua orang Muslim yang ingin berjuang ke Suriah

51

Support Us

CANBERRA (Arrahmah.com) – Kelompok aktivis Islam Hizbut Tahrir menggambarkan penangkapan dua Muslim yang diduga mencoba ikut serta dalam perjuangan di Suriah, atau telah mengatur untuk orang lain untuk ikut berjuang di Suriah, sebagai upaya untuk “mengintimidasi dan membungkam” komunitas Muslim, sebagaimana dirilis oleh The Australian, Rabu (4/12/2013).

Hizbut Tahrir, sebuah organisasi internasional yang berupaya untuk membentuk kekhalifahan global untuk semua ummat Islam di seluruh dunia, mengatakan bahwa pemerintah federal adalah hipokrit dalam mengkritik kegiatan tersebut, pada saat yang sama mereka mengirim tentara mereka untuk berperang di Afghanistan.

“Mengapa tindakan pasukan Australia dalam konflik di luar negeri dianggap sebagai bentuk pengorbanan yang tinggi dan patut dirayakan? tetapi pengorbanan ummat Islam yang ingin membantu kaum tertindas disebut sebagai kriminal, dianggap bersalah dan pantas dihukum?” kata Hizbut Tahrir dalam sebuah pernyataan dari kantor media Hizbut Tahrir Australia.

Pernyataan ini dikeluarkan kemarin (3/12), setelah pengumuman penangkapan Amin Mohamad, yang diduga telah mencoba untuk melakukan perjalanan ke Suriah untuk melawan rezim Assad, dan Hamdi Alqudsi, yang diduga mengorganisir perjalanan dan mengatur kontak luar negeri bagi tujuh warga Australia yang hendak berjuang di Suriah.

Orang-orang itu dikirim untuk bergabung dengan kelompok pejuang Islam Jabahah Nushrah.

Dalam pernyataannya, Hizbut Tahrir mengatakan bahwa Jaksa Agung George Brandis, yang menghubungkan penangkapan ini terhadap stabilitas keamanan nasional Australia, telah terlibat dalam tindakan”yang tidak masuk akal dan mengalami ketakutan palsu yang tidak dapat dipertanggung-jawabkan.”

“Di satu sisi pemerintah telah melakukan kriminalisasi terhadap mereka yang mendukung pejuangan dalam menentang Assad, namun di sisi lain, melalui menteri luar negerinya, mereka melakukan berbagai manuver politik dalam memasukkan unsur-unsur sekuler dalam kelompok oposisi,” kata Hizbut Tahrir.

“Yang benar adalah bahwa kebijakan pemerintah dalam masalah ini bukan berkaitan dengan masalah kekerasan atau keamanan nasional. Ini adalah tentang upaya mereka untuk melegitimasi dan mendorong alternatif politik bagi pemerintah Suriah yang dianggap sesuai dengan ide sekuler mereka dan melakukan delegitimasi dan kriminalisasi bagi mereka dianggap berbeda”

“Ini adalah tentang upaya yang dilakukan pemerintah Australia dalam mempromosikan ide sekuler sebagai alternatif pemerintahan untuk Assad.”
(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah