Berita Dunia Islam Terdepan

Brigade Al-Furqan bertanggung jawab atas serangkaian operasi penembakan di Mesir

84

Support Us

MESIR (Arrahmah.com) – Dalam sebuah video yang dirilis ke forum-forum jihad pada Jum’at (29/11/2013), Batalyon Nushrah, sebuah kelompok mujahidin dalam Brigade Al-Furqan, mengaku bertanggung jawab atas serangkaian operasi penembakan terhadap pasukan junta militer baru-baru ini di Mesir. Dalam video itu, mujahidin kelompok tersebut terlihat melancarkan empat serangan terpisah.

Dalam salah satu serangan, yang berlangsung pada 17 September lalu, mujahidin terlihat melancarkan penembakan terhadap personel keamanan Mesir. Penembakan yang berlangsung di provinsi Al-Sharqia itu dilaporkan menewaskan sedikitnya dua petugas keamanan, menurut Reuters.

Serangan kedua dalam liputan video itu terjadi pada 7 Oktober lalu. Dalam serangan tersebut, sejumlah mujahid dari Batalyon Nushrah menembak dan menewaskan Letnan Ahmed Ibrahim bersama dengan lima pasukannya. Operasi  yang berlangsung di Ismailia itu kemungkinan merupakan serangan yang telah dilaporkan oleh AlAhram dan Xinhua.

Video baru itu merupakan video pertama dari Brigade Al-Furqan sejak 8 Oktober lalu, ketika mujahidin kelompok ini mengaku bertanggung jawab atas serangan RPG di sebuah stasiun satelit di pinggiran Kairo Maadi.

Dalam video itu, mujahidin menyeru kepada Umat Islam Mesir untuk “membangkitkan jihad … untuk melawan para [pengkhianat] murtad.” “Satu peluru di jalan Allah bisa menjadi awal dari jalan menuju kemenangan atau mati syahid,” tegas kelompok itu.

Video itu merupakan yang kedua dalam seri berjudul “Dukungan untuk kaum lemah”. Sebelumnya, pada akhir September, episode pertama juga telah dirilis oleh Brigade Al-Furqan.

Dalam video yang menunjukkan sejumlah serangan penembakan itu, Brigade Al-Furqan mengatakan pihaknya menargetkan para pengkhianat murtad dan para penjahat umat.

Selain video-video  tersebut, Brigade Al-Furqan juga telah merilis sebuah pernyataan online, yang mengatakan bahwa “jalan mencapai Ridha Allah yang tertinggi adalah [melalui] kotak amunisi dan bukan kotak suara.”

Sejak penggulingan Presiden Muhammad Mursi pada 3 Juli lalu, junta militer Mesir telah membantai lebih dari 4000 warga sipil muslim yang tak berdosa saat menyerang massa pengunjuk rasa anti kudeta militer. Penyerangan dan pembunuhan terhadap massa pengunjuk rasa muslim pun terus dilaporkan terjadi di Mesir. 

Sebagai pembalasan atas nyawa ribuan Kaum Muslimin Mesir yang dibunuh secara zalim tersebut, dilaporkan sudah ada lebih dari 250 serangan perlawanan mujahidin terhadap pasukan junta militer Mesir.

Sebagian besar serangan itu dilakukan terhadap pasukan keamanan dan aset Mesir. Sejak Juli, jumlah serangan yang dilaporkan telah menurun setiap bulannya. Namun demikian, pada bulan November masih ada 27 serangan perlawanan yang dilancarkan mujahidin. (banan/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah