Berita Dunia Islam Terdepan

Semangat tahun baru hijriah, voa-islam.com tampil baru

109

Support Us

BEKASI (Arrahmah.com) – Situs berita Islam voa-islam.com ber’wajah’ baru, perubahan itu sudah bisa dinikmati pembacanya sejak kemaren, rabu (20/11/2013).

Melalui surat elektronik yang sampai di meja redaksi situs ini, voa-islam.com bersuka cita dengan tampilan baru tersebut, “Hadir dengan format Gress sekaligus nostalgia ke tampilan desain zaman baheula pada era koran yang semakin menurun tirasnya dan mendekati kepunahan.” katanya.

Semoga dengan tampilan baru tersebut menjadi penyemangat para mujahid-mujahid pena di nusantara ini untuk terus berjuang menyampaikan kebenaran dan menjadi media terpercaya serta rujukan kaum Muslimin nusantara, insyaAllah.

Berikut redaksi kutipkan selengkapnya press release tampilan baru situs voa-islam.com.

Semangat Tahun Baru Hijiah, Voa-Islam Bermetamorfosa & Tampil Gress!

Alhamdulillahirobbil ‘alamin…

Segala Puji Hanya Bagi Allah yang beredarnya bumi dan langit berada dalam perintahnya, metamorfosa kepompong menjadi kupu-kupu pun demikian. Tak lain dalam rangka mematuhi perintah Allah dan menjaga keseimbangan kehidupan bimasakti ini.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasalam dan kepada kita sebagai umatnya.

Alhamdulillah, Telah bangkit semangat baru pada Voa-Islam yang kembali hadir dengan format Gress sekaligus nostalgia ke tampilan desain zaman baheula pada era koran yang semakin menurun tirasnya dan mendekati kepunahan.

metamorfosa-VOA
Metamorfosa voa-islam.com

Di tahun keempat ini, Voa-Islam terus bermetamorfosa ke arah yang lebih baik dan tetap berani mengungkap yang bathil sekaligus mengusung kebenaran Islam tiada tawar menawar dengan kepentingan partai politik dan penguasa manapun.

Sejak awal berdiri 2009 lalu, Voa-Islam bukanlah media pembela penguasa thoghut, bukan pula media humas partai politik atau organisasi massa yang akan mencitrakan partai atau ormas yang diusungnya habis-habisan.

Voa-Islam bukan media penguasa, bukan pula media humas partai politik manapun

Kami hadir segala penjelas makna Tauhid wal Jihad, bukan pengabur tauhid dan jihad, apalagi membela partai politik dan kekuasaan thoghut yang umat Islam masih ridho dengan sistem mungkar ini. Demokrasi itu tipu daya yang yang sekalipun umat Islam Muwahhid menang, Islam muwahhid atau Islam pengusung tauhid yang menolak thoghut akan dijungkalkan meskipun baru sebatas wacana dan retorika pidato di mimbar-mimbar.

Berita Terkait

“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, Karena Sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.” (Q.S An-Nisa’ : 76)

Tidak cukupkah bukti-bukti yang kita lihat sendiri pada Hamas di Palestina, Mursi di Mesir, Partai Fiz di Aljazair, juga Somalia, Afghanistan, Chechnya, Pattany, Moro, hingga Indonesia pun mengalami hal yang sama dimana Masyumi menjadi korban keberingasan konspirasi Amerika, Zionis dan penguasa RI yang tidak ridho Islam Jaya! Ketauhilah, kehidupan semenjak tercabutnya ruh Tauhid wal Jihad itulah kehidupan Umat Islam terpuruk hingga kini.

Voa-islam.com sebagaimana visi dan misi pendiriannya tahun 2009 lalu, akan tetap fokus di Indonesia sebagai porsi utama. Karena tempat kita hidup dan berpijak ini dimana Umat Islam Indonesia mayoritas masih bergelimang dengan sikap abu-abu dan terus berada di pinggiran, jika Islam menguntungkannya, mereka akan berbondong-bondong bersuara, namun jika dikhawatirkan akan merugikan karirnya, jabatannya, bisnisnya maka akan balik kanan kembali ke pinggiran dan bersembunyi di balik selimut penguasa thoghut.

[ليس الإيمان بالتمني ولكن ما وقر في القلب وصدقه العمل]

“Iman Itu bukanlah dengan angan-angan akan tetapi [iman] adalah apa yang tertanam dalam hati dan ditampakkan oleh amal.”

Ketauhilah, surga berada di bawah naungan pedang dan inilah kegembiraan kami yang sedang bermain di halaman syurga yang kekal.

عن عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي أَوْفَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا إِنَّ النبيّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : أَيُّهَا النَّاسُ لَا تَتَمَنَّوْا لِقَاءَ الْعَدُوِّ وَسألُوا اللَّهَ الْعَافِيَةَ فَإِذَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاصْبِرُوا وَاعْلَمُوا أَنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ ظِلَالِ السُّيُوفِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ وَمُجْرِيَ السَّحَابِ وَهَازِمَ الْأَحْزَابِ اهْزِمْهُمْ وَانْصُرْنَا عَلَيْهِمْ (رواه الشيخاني)

Hadist ini diriwayatkan oleh tiga Imam yaitu; Al-Bukhary, Muslim, dan at-Tirmidzy. Berikut Terjemahannya:

Dari Abdullah bin Abi Aufa Radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Wahai manusia janganlah kalian berharap berjumpa dengan musuh, dan mohonlah keselamatan kepada Allah dan jika kalaian bertemu dengan mereka (musuh) maka hendaklah kalian bersabar dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Surga itu berada dibawah naungan pedang”, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Ya Allah yang mewahyukan Kitab, menjalankan awan, menghancurkan pasukan, hancurkanlah mereka (para musuh) dan menangkanlah kami atas mereka.” (HR Bukhari dan Muslim)

Abdullah bin Abi Aufa al-Aslamy dan kuniyahnya adalah Abu Ibrahim, Abu Aufa bernama Alqamah bin Khalid berasal dari kota Hawazin, beliau merupakan salah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang menyaksikan perjanjian Hudibiyah dan tergolong diantara ahlu Baiat Ridwan, Beliau tinggal di kufah sepeninggalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan beliau termasuk diantara sahabat yang meninggal paling terakhir di Kufah tepatnya pada tahun 87 H, beliau juga menjadi bagian dari pasukan Muslim pada perang Hunain, telah diriwatkan darinya bahwasanya beliau berkata: “aku telah meyaksikan enam peperangan bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan selama itu kami makan belalang”. Beliau wafat dalam keadaan buta, dan terdapat bekas sayatan pedang orang musyrik pada lengannya sebagaimana diriwayatkan dari Ismail bin Abi Khalid bahwasanya beliau berkata: “Aku telah melihat pada lengan Abdullah bin Abi Aufa bekas sayatan, lalu aku berkata: ‘bekas apa ini?’ beliau menjawab: (ini adalah bekas sayatan pedang pada perang Hunain)”.

من مات ولم يغز ولم يحدث نفسه بغزو مات ميتة جاهلية

“Barang siapa yang mati dan tidak berperang serta tidak meniatkan diri untuk berperang, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah”

Seperti kata Syaikh Osama Bin Laden, “….Kalian terlalu serius. Padahal kita cuma sedang bermain di halaman (syurga)”

Selamat Bermain, berdakwah dan berjihad di halaman dunia menuju Keabadian Syurga!

 (Ukasyah/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah