Berita Dunia Islam Terdepan

Putra presiden dan kepala intel tewas dalam kecelakaan pesawat Tatarstan Airlines di Rusia

47

Support Us

KAZAN (Arrahmah.com) – Para investigator Rusia menyelidiki sisa badan pesawat Boeing 737 pada Senin (18/11/2013) malam dalam upaya untuk mencari petunjuk mengenai apa yang menyebabkan kecelakaan dan terbakarnya pesawat Tatarstan Airlanes itu hingga menewaskan 50 orang, lansir Reuters.

Putra Presiden Federasi Tatarstan Rustam Minnikhanov, Irek, merupakan salah satu di antara penumpang pesawat yang jatuh itu. Tatarstan merupakan sebuah wilayah beribukota Kazan yang dikenal kaya akan minyak dan terletak sekitar 800 kilometer sebelah timur Moskow.

Kepala wilayah dinas intelijen Rusia Federal Security Service (FSB) juga termasuk di antara korban yang tewas dalam kecelakaan itu. Selain itu, di antara mereka yang tewas juga terdapat dua warga asing, warga Inggris dan Ukraina.

Kecelakaan yang terjadi pada Ahad (17/11) itu menimbulkan kecemasan baru mengenai catatan keselamatan yang buruk di tengah kesibukan Rusia yang sedang mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin di selatan kota Sochi pada bulan Februari mendatang, sebuah acara yang telah dipersiapkan secara maksimal oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pesawat itu dilaporkan kehilangan ketinggian dengan cepat sehingga berdampak meledaknya tangki bahan bakar. Departemen Kesehatan setempat mengatakan hanya ada dua mayat telah ditemukan.

Sebelumnya, penerbangan Tatarstan Airlanes dari Moskow itu dilaporkan tengah berusaha untuk membatalkan pendaratan ketika akhirnya pesawat itu jatuh, menewaskan seluruh 44 penumpang dan enam awak pesawat dalam kobaran api yang hanya menyisakan sedikit bagian pesawat.

“Pesawat itu jatuh,” kata Menteri Transportasi Maxim Sokolov kepada para wartawan.

Namun dia menyatakan bahwa rekaman-rekaman video kecelakaan yang ada tidak berkualitas tinggi dan kotak hitam perekam penerbangan akan diperlukan untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang apa yang terjadi.
 
“Versi utama adalah kesalahan pilot dan masalah teknis, termasuk kegagalan peralatan,” kata Alexander Poltinin, seorang investigator regional senior.

Poltinin mengatakan api telah dipadamkan beberapa jam setelah kecelakaan, tetapi akan bisa memakan waktu berminggu-minggu untuk mengidentifikasi semua korban di antara puing-puing pesawat yang tersebar di area yang luas. (banan/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah