Arogansi oknum polisi dan aparat 'pendukung' Syiah di Pemalang

117

Support Us

PEMALANG (Arrahmah.com) – Sekali lagi, tindakan arogansi dari polisi mencoreng nama korps Kepolisian Republik Indonesia. Setelah kasus korupsi, pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh anggota kepolisian, kali ini terjadi aksi arogansi polisi dalam bentuk Pencabutan Spanduk yg bertuliskan ” WASPADA  BAHAYA SYIAH” yang dipasang di pagar milik sebuah yayasan Islam resmi yaitu Yayasan  Para Pecinta Nabi di kota Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (15/11/2013). 

Pencabutan spanduk tersebut dilakukan oleh aparat Polsek dan Satpol PP Kabupaten  Pemalang, Jawa Tengah. Berikut ini kronologis kejadian dan pernyataan resmi Yayasan Islam Pecinta yang diterima redaksi arrahmah.com.

  1. Kamis, 14 November 2013 Yayasan Islam Para Pecinta Nabi memasang spanduk “Waspada Terhadap Syiah” pada pukul 20.00 WIB.

  2. Jumat, 15 November 2013 pukul 5.00 pagi, spanduk hilang dan ada bekas-bekas penarikan secara paksa. Diperkirakan penyobekan spanduk tersebut terjadi pada tengah malam.

  3. Jumat, 15 November 2013 jam 7.00 pagi, Ketua Yayasan diberitahu perihal hilangnya spanduk tersebut oleh pengurus kantor yayasan dan mengistruksikan untuk dipasang lagi spanduk yang lain.

  4. Jumat, 15 November 2013 jam 13.00 siang, ada 8 orang polisi dari Polsek Pemalang mendatangi Kantor Yayasan Para Pecinta Nabi yg kebetulan saat itu sedang kosong, namun mereka titip pesan pada pengelola rumah makan disamping kantor agar mencopot spanduk tersebut.

  5. Jumat, 15 November 2013 jam 16.30 sore, ada sekelompok aparat yang terdiri dari Satpol PP dan polisi mendatangi kantor yayasan dan mencabut spanduk yang berisi “Waspada bahaya Syiah” tersebut. Patut disayangkan kerja dari aparat pemerintah yang jauh dari sikap professional ini. Tanpa surat pemberitahuan yang dilayangkan kepada pihak Yayasan, mereka langsung saja secara paksa mencabut spanduk tersebut. Padahal, pada saat itu, salah satu pengurus yayasan sedang menuju ke lokasi.

  6. Jumat, 15 November 2013 jam 17.30 sore, ada seseorang menelepon  Ketua Yayasan dan dia berkata bahwa saya diperintahkan untuk mencabut spanduk tersebut untuk menghindari kerusuhan yang mungkin bisa terjadi karena ada kelompok masyarakat disebelah barat yang keberatan dengan pemasangan spanduk tersebut. Ketua Yayasan yang belum diberitahu oleh pengurus yayasan tentang insiden pencabutan spanduk secara non-prosedural yang dilakukan oleh aparat mengatakan, agar diadakan dialog jam 8 malam dengan beberapa ustad dan pengurus Yayasan jam 8 malam. Rupanya orang yang menelepon Ketua Yayasan itu belum tahu jika spanduk sudah dicopot.

  7. Sabtu 16 November 2013, sampai pagi ini, dari pihak yayasan belum diberitahu oleh aparat siapa yang berkeberatan dengan isi spanduk tersebut . 

Kami selaku Pengurus Yayasan Para Pecinta Nabi yang baru berusia beberapa bulan, Alhamdulillah sudah mampu melaksanakan program sosial diantaranya adalah khitanan masal, buka puasa bersama dengan masyarakat sekitar dan program pengajian rutin seminggu 2 kali.

Berita Terkait

Kami memasang spanduk ini didasarkan dengan tanggung jawab kami untuk melindungi masyarakat dari sebuah faham yang dapat merusak persatuan Umat Islam karena faham Syiah tersebut benar-benar telah menistakan kepercayaan yang dianut oleh umat Islam di Indonesia yang tergolong Sunni atau Ahlus Sunnah wal Jamaah. Yang patut kami keluhkan kepada aparat adalah selain tindakan arogan yg dilakukan oleh aparat dengan mencabut paksa spanduk tersebut, mereka sepertinya menjadi centeng sebuah kelompok masyarakat, karena tanpa adanya upaya mediasi terlebih dahulu langsung saja mencabut spanduk tersebut.

Kami juga sangat prihatin atas sikap yang dilakukan oleh aparat ini dapat memperkeruh suasana dan menyebabkan terjadinya kerusuhan seperti di Sampang. Karena kami tidak akan berhenti disini, namun kami akan terus berusaha menjaga persatuan dan aqidah masyarakat muslim ahlus Sunnah wal Jamaah di kota Pemalang dari bahaya Syiah dan membuktikan bahwa Syiah bukan Islam. Dan kami akan menggandeng seluruh ormas-ormas Islam di kota Pemalang untuk melakukan upaya-upaya menjaga persatuan Umat Islam dari bahaya Syiah. Allahu Akbar.

Ketua Yayasan Islam Para Pencinta Nabi

H. Abdullah

(azm/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Kabarnya dikunjungi "Israel", namun Sudan 'tidak sadar'

KHARTOUM (Arrahmah.com) - Pemerintah Sudan pada Selasa (24/11/2020) membantah memiliki informasi tentang kunjungan delegasi "Israel" ke Khartoum yang diumumkan sehari sebelumnya oleh seorang pejabat dari Tel Aviv. "Kabinet tidak…

HNW Sesalkan Sikap Presiden Jokowi Aktifkan Calling Visa Untuk Israel

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) membiarkan pengaktifan calling visa untuk Israel. HNW menilai ini sebagai…

400 kuburan Muslim Tuo ditemukan di Spanyol

TAUSTE (Arrahmah.com) – Pekerja jalan di kasawan Kota Tauste, timur laut Spanyol secara tak terduga menemukan kuburan Islam yang diperkirakan digunakan pada abad ke-8 hingga abad 11 Masehi. Lebih dari 400 kuburan ditemukan di situs…

Relawan Sosial Inggris Tauqir Sharif Akhirnya Dibebaskan HTS

IDLIB (Arrahmah.com) – Relawan sosial Inggris Tauqir “Tox” Sharif akhirnya dibebaskan oleh kelompok perlawanan Suriah HTS di Idlib, Selasa (24/11/2020). Tox telah ditahan oleh HTS sejak bulan Agustus dan mengatakan dia disiksa oleh…

Pemboman di Suriah utara tewaskan 29 pejuang pro-Turki

AL BAB (Arrahmah.com) - Dua puluh sembilan orang tewas pada Selasa (24/11/2020) oleh bahan peledak dalam tiga insiden terpisah di beberapa bagian Suriah utara di sepanjang perbatasan dengan Turki, menurut laporan kelompok pemantau. Tidak…

Sudah Swab Test, Habib Rizieq Dan Keluarga Negatif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Habib Rizieq Shihab dan keluarganya dipastikan negatif Covid-19 setelah melakukan swab test secara mandiri. Hal itu disampaikan oleh tim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI), Azis Yanuar meneruskan pesan dari…

Pompeo siap bertandang ke UAE diskusikan penjualan senjata & normalisasi "Israel"

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri Mike Pompeo akan bertemu dengan putra mahkota Abu Dhabi hari Sabtu (21/11/2020) untuk membahas kesepakatan senjata bernilai miliaran dolar yang direncanakan antara Amerika Serikat dan Uni…

Wagub DKI Diperiksa Hari Ini Terkait Acara Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, penyidik Polda Metro Jaya juga akan memanggil Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria untuk dimintai keteranggan pada hari ini, Senin…

SITE lansir AQIM tunjuk pemimpin baru

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Kelompok Al-Qaeda di Maghrib Islam (AQIM) telah memilih pemimpin baru untuk menggantikan Abdelmalek Droukdel, yang dilaporkan terbunuh pada bulan Juni oleh pasukan Prancis, kelompok pemantau yang berbasis di…

Agen CIA tewas dalam operasi memerangi Mujahidin di Somalia

SOMALIA (Arrahmah.com) – Seorang agen Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) dilaporkan meninggal dalam sebuah operasi mata-mata di Somalia pada akhir pekan lalu. Menurut New York Times, Rabu (25/11/2020), agen CIA itu dilaporkan…

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir Dirawat di Rumah Sakit

BOGOR (Arrahmah.com) - Beredar kabar Ustadz Abu Bakar Ba'asyir sedang dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatan menurun. Putra Ustadz Abu Bakar Ba'asyir membenarkan kabar tersebut. "Iya, benar,  beliau dibawa ke RS untuk…

Houtsi serang Aramco di Jeddah

JEDDAH (Arrahmah.com) - Militer Yaman yang didukung Houtsi mengumumkan telah menargetkan stasiun distribusi Aramco di kota pelabuhan Saudi di Jeddah menggunakan rudal presisi tinggi bersayap Quds-2. Juru bicara militer Brigadir Jenderal…

Iklan