Berita Dunia Islam Terdepan

Beberapa oknum JT keroyok jama'ah masjid Al Falah Pekanbaru

271

Support Us

PEKANBARU (Arrahmah.com) – Aksi pengeroyokan oleh oknum Jama’ah Tabligh (JT) terhadap takmir masjid Al Falah di Jl. Sumatera, Pekan Baru, Riau, kembali terjadi. Akibatnya, seorang jama’ah yang berusaha melerai babak belur dikeroyok sejumlah oknum Jama’ah yang dikenal dengan program khuruj tersebut.

Pengeroyokan tersebut terjadi selepas shalat Ashar, Ahad kemaren (3 /11/2013). Kejadian bermula ketika salah seorang takmir masjid bernama H. Muhammad Dar (60) sedang duduk berdzikir ba’da shalat Ashar. Tiba-tiba seorang oknum JT yang dikenal dengan nama Firman menarik kerah baju H. Muhammad Dar dari belakang hingga ia jatuh terjengkang.

Melihat hal itu, Ust. Jamaludin, terapis bekam di rumah sehat masjid Al Falah Pekan Baru, berusaha melindungi dan menyelamatkan bapak berusia lanjut tersebut dari aksi pengeroyokan. Namun, nasib nahas dialami ustad yang akrab dipangil ustad Jamal tersebut. Sejumlah oknum JT justru mengeroyok dan memukulinya, sehingga bibirnya terluka dan harus mendapatkan lima jahitan, dan matanya memar.

Badan ustad Jamal juga sempat diinjak-injak oleh seorang oknum JT yang dikenal sebagai anggota TNI dalam pengeroyokan tersebut.

Belakangan diketahui, aksi kekerasan terhadap salah satu takmir masjid itu buntut dari kemarahan JT yang sejak beberapa bulan terakhir diminta untuk membongkar bedeng-bedeng rumah singgah mereka yang berdiri di halaman masjid. Takmir masjid Al Falah meminta JT membongkar bedeng mereka, karena masjid sedang dalam penataan dan perenovasian.

Pihak masjid telah melayangkan empat surat resmi yang berisi himbauan pada JT, yang terakhir diberikan langsung oleh H. Muahmmad Dar, untuk membongkar bedeng-bedeng mereka secara suka rela. Akan tetapi, pihak JT tidak menanggapi himbauan tersebut, bahkan berbuat anarkis.

Pemukulan dan ancaman oleh oknum JT pada takmir dan aktifis masjid Al Falah sudah empat kali, sejak awal tahun 2013 ini. Seluruh kejadian tersebut sudah dilaporkan ke pihak kepolisian, akan tapi dari ketiga kasus pertama tidak ada pelaku yang diproses hukum lebih lanjut.

(kiblat.net/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah