Berita Dunia Islam Terdepan

Adhyaksa: moral bangsa sudah lampu kuning

Adhiyaksa Dault
3

JAKARTA (Arrahmah.com) –  Mantan Menpora Adhyaksa Dault mengatakan kasus beredarnya video porno yang pelaku dan perekamnya diduga adalah pelajar di sebuah SMP di Jakarta, menunjukkan moral generasi muda Indonesia sudah dalam tahap mengkhawatirkan.

“Ini dekadensi moral bangsa kita. Ini sudah lampu kuning. Pemerintah dan masyarakat tidak bisa lagi mengatakan bangsa Indonesia adalah nasionalis religius,” kata Adhyaksa yang kini juga sering berdakwah, saat dihubungi Antara News dari Jakarta, Minggu.

Menpora yang sedang berada di Bali mengatakan perlu upaya serius dan nyata dari semua pihak untuk mengatasi hal tersebut, baik dari pemerintah, sekolah maupun masyarakat, termasuk LSM.

Adhyaksa pun meminta pemerintah untuk bertindak tegas terhadap hadirnya film-film yang tidak sesuai dengan budaya bangsa dan memblokir situs-situs porno.

Sementara film-film atau program televisi yang bersifat hedonis harus dikurangi. 

Pemerintah, dalam hal ini kepolisian, juga harus benar-benar memberantas peredaran video-video porno yang kini sangat mudah ditemui. “Jika kita ke Kota (Jakarta) maka bisa ditemui banyak video porno. Sekarang dirazia, besok muncul lagi,” katanya.

Masyarakat juga harus saling mengawasi. RT dan RW, katanya, jangan hanya jadi tempat untuk membuat KTP saja. Pengurus lingkungan tersebut hendaknya juga membuat kegiatan-kegiatan yang mampu menyalurkan bakat dan kreativitas generasi muda sehingga mereka bisa terhindar dari kegiatan negatif.

Sementara keluarga jangan hanya menyerahkan masalah pendidikan kepada sekolah dan pemerintah saja, ujarnya. 

Orangtua harus benar-benar menjaga dan mengawasi anak-anak mereka dalam bergaul. “Jika Anda tidak bisa menyelamatkan dunia, maka selamatkan komunitas atau keluarga Anda,” kata Adhyaksa.

Kepada lembaga pendidikan, Adhyaksa meminta agar tidak hanya mengajarkan hapalan soal agama atau moral kepada murid tetapi harus benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. 
Ia juga meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menambah jam pelajaran. “Sekarang jam pelajaran agama hanya dua jam seminggu,” katanya.

Sementara kepada lembaga swadaya masyarakat, Adhyaksa meminta agar mereka jangan hanya menyalahkan pemerintah, tanpa melakukan sesuatu yang bermanfaat.

(azmuttaqin/ant/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...