Berita Dunia Islam Terdepan

Ika jamaah haji asal Bogor melahirkan di Makkah

bayi perempuan Ika yang lahir di pemondokan haji di Makkah
4

MAKKAH (Arrahmah.com) – Ika binti Abdurrozak (49), jamaah haji Embarkasi JKS kloter 14 melahirkan di pemondokan 610 Makkah. Jamaah haji asal Bogor itu melahirkan putri ketiganya dengan normal dan sehat. Alhamdulillah!

Kepala sektor 6 Daker Makkah Ali Zakiyuddin menceritakan Ika melahirkan pada Sabtu 26 Oktober 2013 pukul 04.30 waktu Saudi Arabia.

“Tiba-tiba pagi-pagi sebelum jam lima kelahiran ini, saya dikabari sama kloternya bahwa ada jamaahnya yang akan melahirkan,” kata Ali saat dihubungi Tim Media Center Haji (MCH), Ahad  (27/10/2013).

Menurut dia, kehamilan Ika awalnya tidak diketahui pihak sektor maupun rekan-rekannya di kelompoknya.

Ika awalnya mengaku berusia 53 tahun sehingga kehamilannya tidak terlacak tim kesehatan di Embarkasi JKS karena diperkirakan yang bersangkutan sudah menopouse.

Selama dalam perjalanan, Ika suka menggunakan kerudung yang besar sehingga menutupi semua tubuhnya dan meletakkan tasnya di depan. Hal ini dilakukannya secara rutin sampai dengan prosesi Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina).

“Beberapa temannya yang dekat pun jarang tahu kalau dia itu hamil. Memang tertutup sekali yang ada dalam satu kamar, termasuk suaminya. Kloternya sampai dengan lahir tidak tahu sama sekali,” ujar Ali.

Namun beruntung dalam kloter itu, kata Ali, ada dukun bayi berpengalaman yang sigap membantu istri Jaman ini dengan peralatan alakadarnya. Proses melahirkannya pun cukup singkat.

“Ketika proses lahir, awalnya ditangani oleh dukun bayi yang junior, yang belum tentu paham. Ketika dalam proses melahirkan ternyata sang jabang bayi dalam keadaan sungsang, si dukun bayi ini panik, lalu dipanggillah dukun bayi yang senior (Mak Rani) yang usianya 60 tahun,” ungkap Ali.

Ia mengatakan bayi mungil itu terlahir dalam keadaan sehat dan normal. Ika dan keluarganya kini ditempatkan di kamar khusus.

“Alhamdulillah sekarang dari sisi medis sudah dikontrol, termasuk pemotongan puser sudah dikontrol dan disterilkan dari kuman sehingga bayi dan ibunya sampai hari ini sehat,” kata Ali.

(azmuttaqin/det/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...