Berita Dunia Islam Terdepan

Menghujat sahabat Nabi dalam pelaksanaan Ibadah Haji, Syi’ah AS memancing emosi Kaum Muslimin

7

MEKAH (Arrahmah.com) – Sekelompok Syi’ah dikabarkan telah memancing emosi Kaum Muslimin dengan menghujat para sahabat Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alayhi wa Sallam dalam pelaksanaan Ibadah Haji tahun ini.

Dalam perkembangan kasus ini, sekelompok Syi’ah Amerika malah menuduh sekelompok jamaah haji Muslim Australia telah melakukan serangan terhadap mereka tanpa alasan, pada Rabu (16/10/2013) lalu.

Sekelompok Syi’ah Amerika yang berasal dari Detroit itu mengklaim bahwa mereka diserang dan diancam oleh sekelompok Muslim Sunni Lebanon-Australia di sebuah perkemahan haji di Mina, dekat Mekah, di mana para peziarah menetap untuk memenuhi kewajiban haji.

Free Press melansir bahwa dalam bentrokan tersebut salah satu Syi’ah Amerika itu dicekik sampai wajahnya membiru. Dan menurut pemimpin Syi’ah Amerika, Mothafar Al-Qazwini, kelompok Syia’ah-nya berhadapkan dengan 200 orang yang dia klaim sebagai kelompok Salafi.

Tanpa menyampaikan duduk perkaranya, Qazwini mengklaim bahwa salah seorang Sunni Australia bertanya kepada salah satu Syi’ah Amerika mengenai apakah dia Syi’ah. ”Dia menjawab ‘ya’. Dia segera diserang oleh tiga pria, salah satunya meraih dia hingga tersedak, yang lain meninju wajahnya.”

Free Press juga melansir bahwa Qazwini bahkan menuduh beberapa Salafi berlari ke tenda perempuan Syi’ah dan mengatakan kepada mereka bahwa jika mereka tidak pergi dalam waktu 15 menit, mereka semua akan diperkosa.

Kelompok Syi’ah AS dipimpin oleh paman dari Qazwani sendiri, Sayyid Hassan Al-Qazwini, yang merupakan imam dari “Islamic Center” Amerika di Dearborn, Michigan, masjid terbesar di Amerika Utara.

Seorang petugas “Islamic Center” Syi’ah menolak untuk mengomentari serangan yang dituduhkan terhadap jamaah haji Australia itu sampai “imam” mereka itu kembali ke AS akhir pekan ini.

Bagaimanapun, Kaum Muslimin Australia yang turut melaksanakan ibadah haji di sana dan menyaksikan bentrokan tersebut telah mengklarifikasi semua klaim dan tuduhan-tuduhan yang diluncurkan sekelompok Syi’ah itu melalui akun Facebook mereka.

Mereka mengatakan bahwa sekelompok Syi’ah dari Amerika Serikat itulah yang memulai bentrokan dengan memancing kemarahan Kaum Muslimin selama pelaksanaan ibadah haji mereka.

Salah satu posting Facebook Muslim Australia mengklarifikasi, ”Ini tidak benar … Insiden itu terjadi di kamp saya … sekelompok Syi’ah itu datang dan menghina para sahabat [Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alayhi wa Sallam].”

”Tenda saya berada di sebelah kanan tenda orang-orang [Syi’ah] yang dihajar itu… [Insiden] itu seharusnya tidak terjadi, tapi seluruh peristiwa ini dihasut oleh mereka [kelompok Syi’ah itu] dan tak ada seorang pun yang mengatakan mengenai apa yang mereka klaim di sini.”

Klarifikasi  itu juga menambahkan: ”Btw, polisi bukan tertawa … ada banyak bentrokan di KSA [Kerajaan Arab Saudi], tapi cerita [bohong para Syi’ah ini] benar-benar konyol.”

Ketegangan antara Sunni dan Syi’i terus berlangsung di seluruh dunia. Bahkan telah meningkat sejak perang soal aqidah ini pecah di Suriah dua tahun lalu. Kaum Muslimin Sunni berjihad melawan rezim Syi’ah Nushairiyah yang didukung oleh milisi Syi’ah Iran dan Syi’ah “Hizbullah” Lebanon.

Konflik tersebut disebabkan oleh perbedaan prinsip pokok dalam keyakinan kedua kelompok. Di antara perbedaan yang mencolok diantara kedua kubu yaitu, Sunni (Ahlus Sunnah) memuliakan para Sahabat Nabi karena merekalah yang berjuang membantu Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam serta menyebarkan Islam ke berbagai penjuru dunia. Adapun Syi’ah sangat membenci para Sahabat Nabi, mencela mereka, bahkan hingga pada tingkat pengkafiran.

Menurut beberapa riwayat sejarah, Syi’ah didirikan oleh seorang Yahudi bernama Abdullah bin Saba’. Inti ajaran Syi’ah terletak pada masalah 12 imam yang mereka pusatkan pada tokoh-tokoh ahlul bait. Syi’ah meyakini bahwa kedua belas imam tersebut ma’shum (terlepas dari salah dan dosa) dan yang paling berhak melaksanakan imamah.

Aliran itu telah menyebar ke berbagai negara, tak terkecuali di Indonesia. (Data dan fakta mengenai perkembangan Syi’ah di Indonesia bisa di lihat dalam buku berjudul Ahlussunnah Waljamaah dan Dilema Syiah di Indonesia yang ditulis oleh Farid Ahmad Okbah, M.A).

Sementara terkait bentrokan antara Kaum Muslimin (Sunni) Australia dan sekelompok Syi’ah Amerika di kamp haji itu, Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada Fairfax: ”Kami prihatin dengan laporan bahwa sekelompok warga AS diserang … di tempat perkemahan untuk haji yang berlokasi di luar Mekah itu.”

“Kedutaan dan Konsulat Jenderal telah menghubungi kementrian haji dan interior, serta anggota kelompok yang dilaporkan menyerang. Kedua kementerian telah mengkonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidikinya.”

Namun demikian, dalam perkembangan terbaru juga terungkap bahwa seorang Muslim Sunni Australia yang telah dituduh dan namanya disebut-sebut di media sosial sebagai orang yang memimpin serangan terhadap sekelompok Syi’ah itu, ternyata tidak melaksanakan Ibadah Haji tahun ini, menurut kesaksian teman-temannya.

Sejauh ini teman-temannya juga telah mengklarifikasi kepada Fairfax Media bahwa dia bahkan tidak meninggalkan Australia sejak bulan September. (banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...