Berita Dunia Islam Terdepan

Ledakan bus di Volgograd Rusia adalah operasi syahid yang dilancarkan oleh seorang Mujahidah

2

VOLGOGRAD (Arrahmah.com) – Seorang pahlawan perempuan dari Imarah Kaukasus, Naida Akhiyalova, warga provinsi Dagestan, melakukan serangan bom syahid yang sukses di sebuah bus Rusia pada Senin (21/10/2013), menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai lebih dari 30 orang Rusia, lansir Kavkaz Center.

Pemboman itu terjadi di wilayah Muslim yang diduduki, Sari Chin (diubah menjadi Volgograd atau Stalingrad oleh Rusia) di Idel Ural yang secara resmi diakui sebagai negara merdeka tertindas dalam resolusi Kongres AS tahun 1959.

AP menuliskan bahwa serangan tersebut menambah kekhawatiran keamanan menjelang Olimpiade musim dingin di Sochi.

Volgograd terletak sekitar 650 km dari timur laut Kaukasus Utara, sementara Sochi berada di sepanjang wilayah Barat Laut Hitam.  Tidak ada yang segera mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang pertama kali terjadi di luar wilayah Kaukasus Utara sejak amir Imarah Kaukasus, Dokka Abu Usman tiga bulan lalu menyeru untuk melanjutkan serangan terhadap warga sipil Rusia.

Rusia dalam beberapa tahun terakhir telah menyaksikan serangkaian serangan di bus, pesawat dan bentuk transportasi lainnya.  Yang terakhir terjadi di bus pada tahun 2008.

Bom kembar juga pernah menghantam kereta bawah tanah Moskow pada tahun 2010 yang dilakukan oleh seorang perempuan yang menewaskan lebih dari 40 orang dan melukai lebih dari 120.  Bom syahid lainnya yang mengguncang Moskow terjadi pada tahun 2011 yang menewaskan 37 kafir Rusia dan melukai lebih dari 180.

Dokka Abu Usman telah mengaku bertanggung jawab atas pemboman 2010 dan 2011, namun memerintahkan penghentian serangan terhadap sasaran sipil Rusia karena protes jalanan massal yang dilakukan oleh warga Rusia menentang pemimpin mereka, Putin di musim dingin 2011-2012.  Tetapi ia menarik kembali perintah tersebut pada bulan Juli lalu.

Dalam sebuah pernyataan, penjajah Rusia mengidentifikasi penyerang sebagai Naida Akhiyalova (30).

Di Dagestan sendiri, daerah asal Naida, pemboman dan penembakan hampir terjadi setiap hari.  Serangan menargetkan tentara penjajah Rusia dan boneka mereka.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...