Berita Dunia Islam Terdepan

Allah kembalikan penglihatannya di padang Arafah

3

Di padang yang luas di sebelah timur luar kota suci Makkah, Arab Saudi, seorang Muslimah mendapatkan anugrah besar dari Allah (Subhanahu wa Ta’ala), Dia mengabulkan do’anya dan menjadikan mimpinya menjadi kenyataan. 

Nafisa al-Qurmazi (70), 18 tahun Allah mengujinya dengan kehilangan salah satu fungsi tubuh yang sangat vital. Namun ia tak pernah berputus asa dari rahmat Allah, ia yakin Allah akan mengabulkan do’anya, yakni mengembalikan penglihatannya.

“Ketika Saya datang untuk menunaikan ibadah Haji pertama kali, Saya yakin bahwa Allah Subhnahu wa Ta’ala akan mengabulkan do’a-do’a saya untuk mendapatkan kembali penglihatan saya,” katanya, dikutip koran Al-Madina pada Sabtu (19/10/2013) dan dilansir OnIslam.

Ibu dari tiga anak ini adalah Muslim asal Tunisia, ia merupakan salah satu dari sejumlah umat Islam yang memiliki kesempatan untuk menunaikan ibadah Haji tahun ini, menjadi tamu Allah di Makkah.

Nafisa telah kehilangan penglihatannya sekitar satu tahun setengah lalu akibat penggumpalan darah di otak yang dialaminya. Nafisa amat bermimpi ingin melihat Masjidil Haram saat menunaikan ibadah Haji.

“Sepanjang perjalanan saya ke Makkah, Saya memiliki mimpi untuk melihat Masjidil Haram,” katanya.

Tiada yang sulit bagi Allah, bila Allah menghendaki Dia hanya mengatakan “jadilah” maka jadilah ia. Ketika Nafisa berbaur dengan jutaan Muslim ke padang Arafah untuk melaksanakan wukuf –salah satu rukun Haji- ia mendapati keajaiban.

Di saat ia sedang berdiam diri bersama para jama’ah Haji Tunisia lainnya, tiba-tiba ia dapat melihat warna tendanya dan wajah-wajah para jama’ah di sekitarnya.

“Allah menjawab doa saya dan Saya bisa untuk melihat kembali di tempat paling sakral di dunia, di Arafah,” ungkapnya penuh kebahagiaan.

Maa Syaa Allah, karunia besar dari Allah yang Nafisa dapatkan bukanlah satu-satunya. Seorang Muslimah lanjut usia asal Sudan juga mendapatkan keajaiban yang sama. Fatima al-Malhi juga sembuh dari kebutaannya yang telah ia derita selama tujuh tahun. Saat itu Fatima tengah duduk di salah satu sudut di Masjidil Haram, kemudian matanya perlahan tapi pasti dapat melihat cahaya hingga ia dapat melihat dengan jelas.

Subhanallah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki.

(siraaj/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...