Berita Dunia Islam Terdepan

Khutbah ‘Idul Adha 1434 H dari amir Imarah Islam Afghanistan

Masjidil Haram
3

(Arrahmah.com) – Amir Imarah Islam Afghanistan (IIA), Mullah Muhammad Umar Mujahid, menyampaikan ucapan selamat hari rayat ‘Idul Adha 1434 H kepada umat Islam dan menyampaikan pesan-pesan penting kepada kaum Muslimin khususnya Muslim Afghan dan kepada para musuh. 

Dalam pesannya ini, amir IIA menyeru kepada rakyat Afghan untuk tidak mengikuti pemilihan umum karena itu tidak ada gunanya bagi Islam, rakyat dan negara dan hanya sesuai dengan keinginan musuh. Amir IIA juga menyeru kepada kaum Muslimin agar menghindari propaganda musuh dan perpecahan yang disebabkan oleh fanatisme yang bertentangan dengan Islam. Mujahidin agar bersatu dan lebih kokoh dalam menghadapi musuh. Berikut terjemahannya:

**** 

 

Pernyataan Amirul Mukminin Imarah Islam Afghanistan Mullah Muhammad Umar pada kesempatan hari raya ‘Idul Adha 1434 H

Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
Segala puji milik Allah. Pemelihara Semestan Alam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad (shalallahu ‘alayhi wa sallam), keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang seperti mereka dan mengikuti petunjuk beliau hingga akhir kiamat.

Amma ba’du:

Saya memohon perlindungan kepada Allah dari Syaitan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

“Mereka ingin hendak memadamkan cahaya [agama] Allah dengan mulut [ucapan-ucapan] mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.” (As-Saff [61]:8)

Allahu Akbar, Allahu Akbar. Laa ilaha illallah. Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd

Untuk orang-orang Muslim Afghanistan dan bangsa Muslim secara keseluruhan

Assalamu’alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh

Sebelum melanjutkan lebih jauh lagi, Saya ingin menyampaikan ucapan selamat saya kepada kalian semua dalam hari yang penuh kebahagiaan ini, hari raya ‘Idul Adha. Semoga Allah (Subhanahu wa Ta’ala) menerima di sisiNya seluruh ibadah, khususnya ibadah Haji para jama’ah Haji, pengorbanan para Mujahidin, para pelaku operasi syahid, penderitaan penahanan para tahanan dan orang-orang yang terluka. Saya berdoa kepada Allah untuk memberikan kesabaran dan pahala kepada keluarga para syuhada dan, dengan RahmatNya, membukakan jalan untuk pembebasan para tahanan dan mempercepat pulihnya orang-orang yang menderita luka. Semoga Allah mengaruniakan kita semua dengan system Islam, kemakmuran dan kedamaian.

Kepada saudara-saudara Muslim saya

Kita sedang merayakan perayaan ‘Idul Adha di saat tingkatan dunia, Umat Islam serta negara kita sedang menghadapi banyak masalah. Di sisi lain, invasi, intrik dan aktivitas brutal para musuh terus dilakukan terhadap Umat ini, selain itu, penyakit-penyakit perpecahan (permusuhan) internal, pengabaian, pembubaran, dan pengkhianatan serta jeratan dalam jaring laba-laba musuh telah mencapai tatanan tubuh umat ini.

Berkumpulnya sejumlah besar jama’ah Muslim yang menunaikan ibadah Haji, mengajari kita untuk membuang pengaruh salah informasi dari musuh, setiap persepsi yang jahat, , juga mengajarkan kita untuk menyingkirkan kecurigaan tidak berdasar, fanatisme kesukuan, bahasa, geografis, etnis, sekarian dan prasangka lainnya dari pikiran kita. Demikian juga, keluar dari keegoisan, pesimisme dan perselisihan. Serta mengajarkan persaudaraan, rasa saling peduli satu sama lain di bawah bendera Islam. Dengan cara ini, kita dapat menyelesaikan seluruh masalah umat dan kesengsaraan. Mari kita berpegang teguh kepada Islam dan mencari penyelamatan yang nyata melalui petunjuk-petunjuk Islam.

Kepada para pahlawan Mujahidin

Kekuatan para musuh telah mulai meleleh karena pertolongan Allah (Subhanahu wa Ta’ala), kemudian pengorbanan tanpa pamrih kalian dan dukungan kuat dari rakyat. Insyaa Allah, momen-momen kemenangan akan segera datang dengan berlalunya hari. Rayakanlah momen-momen ini dengan bersyukur kepada Allah (Subhanahu wa Ta’ala) dan melayani rakyat kalian. Dengan begitu kita akan menjadi layak untuk mendapatkan berkah dari Allah.

Nasehat saya kepada semua Mujahidin adalah, untuk bangkit lebih kokoh di hadapan musuh daripada sebelumnya. Hadapi mereka dengan serangan yang menghancurkan dan rebutlah hati rakyat dengan cara/perilaku yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sehingga, kita akan mencapai tujuan yang luhur yaitu pembebasan negara ini dan seluruh rakyat Afghan –Sistem Islam, terdiri dari individu-individu yang memenuhi syarat- sebuah sistem yang mana kita melancarkan Jihad bertahun-tahun untuknya.

Kepada Muslimin Afghanistan

Dalam kesempatan malam ‘Idul Adha tahun ini, Saya ingin berbagi kepada kalian beberapa poin tentang kesengsaraan yang saat ini terjadi di negara ini; Para penjajah menumpahkan darah puluhan ribu warga Afghan secara ilegal (tidak sah) selama 12 tahun terakhir, menempatkan puluhan ribu dari mereka di dalam penjara, dan desa-desa, kota-kota, sekolah-sekolah Islam dan masjid-masjid yang dibom, dan menghina kesucian umat Islam terutama penghinaan terhadap Kitab Suci Al-Qur’an.

Lebih dari itu, mereka menjarah kekayaan tambang-tambang vital negeri kita; melemparkan pemerintah yang tidak berkompeten dan tidak berdaya terhadap rakyat kita,  yang mana para pejabat tingginya adalah para pejabat korup, merampas tanah, terlibat produksi dan perdagangan narkotika, terlibat penjarahan sumber daya alam, kehutanan, pertambangan dan barang-barang peninggalan sejarah.

Kejahatan-kejahatan ini merupakan bagiaan dari program para penjajah, dengan itu mereka ingin menciptakan kelangsungan hidup (mereka) di negeri ini dan membuat kekacauan jangka panjang bagi rakyat Afghan dalam keadaan kekurangan dan kemiskinan. Mereka juga telah membuat program yang bertujuan untuk merusak keagamaan dan gagasan penyesatan bagi rakyat. Media-media tertentu, yang didanai oleh penjajah, fokus untuk menggambarkan penerapan budaya non-hijab dan semua budaya pergaulan Barat terhadap rakyat Afghan dengan dalih hak-hak perempuan dan pemuda, dan ingin menjauhkan mereka dari aturan-aturan Islam dan budaya bangsa. Memicu permusuhan secara kesukuan, geografis dan bahasa di kalangan masyarakat dan hendak mengikis persatuan mereka. Inilah yang dilakukan untuk membuat kelangsungan hidup mereka di sini permanen dan mempermudah penjajahan.

Pemerintahan Kabul dan para penjajah tidak hanya berusaha memainkan malapetaka dengan Afghanistan secara domestik, tetapi juga meminggirkan negara ini di dunia global dan regional dengan menandatangani kesepakatan-kesepakatan penjajahan dan sehingga mendapatkan alasan untuk melanjutkan perang. Oleh karena itu, para penjajah dan antek-antek mereka harus memahami bahwa kesepakatan “strategis” itu akan menyertai konsekuensi serius bagi mereka. Meskipun mungkin mereka mendapatkan dokumen-dokumen yang dicap oleh Loya Jirga palsu (Loya Jirga adalah sebuah majelis yang mana berkumpulnya para perwakilan suku atau tetua suku di Afghanistan untuk memutuskan suatu perkara secara tradisional yang terkait dengan urusan rakyat, pent), tetapi hal itu tidak akan diterima oleh rakyat Afghan. Sepanjang sejarah, perwakilan yang sebenarnya dan Loya Jirga yang sebenarnya di negara ini tidak pernah menandatangani dokumen-dokumen perbudakan. Sehingga mereka yang menandatangani dokumen ini (dokumen yang berisi kesepakatan dengan penjajah dan sekutu mereka, pent), keputusan mereka tidak dapat diterima. Para penjajah harus mengetahui bahwa alasan-alasan mereka yang sempit tidak akan pernah diterima (rakyat). Jihad yang saat ini sedang berlangsung akan dilanjutkan terhadap mereka dengan semangat yang lebih.

Dengan tujuan untuk memenuhi kewajiban agama kami, tanggung jawab bangsa dan kemanusiaan, dan menjamin kelangsungan hidup Afghanistan, menjaga keamanan wilayah dan dunia, dengan tujuan untuk memperoleh kemerdekaan, kehormatan dan kebebasan politik bagi rakyat, untuk mengeluarkan rakyat dari kondisi berbahaya ini, rakyat Afghan perlu bergabung satu sama lainnya untuk mengakhiri penjajahan ini, semua kesengsaraan, permusuhan, dan situasi memalukan dan bekerja untuk pembentukan sistem Islam di Afghanistan yang merdeka.

Rakyat Afghan tidak tidak tergiur dengan konspirasi (saat ini) yang menyesatkan rakyat atas nama pemilihan umum di bawah naungan penjajahan di negara ini, karena para tokoh itu yang aktif di dalam pemilu ini adalah orang-orang yang hanya melayani kepentingan persolan dan kepentingan penjajah daripada kepentingan Islam dan bangsa. Bahkan sebagian dari mereka berusaha mendistorsi prinsip-prinsip ajaran Islam dengan tujuan untuk mencapai koridor kekuasaan dan untuk menyenangkan orang-orang kafir.

Rakyat tahu bahwa sebagian antek-antek orang asing sedang mempermainkan nasib mereka. Suara rakyat tidak memiliki nilai dalam pemilu juga tidak akan menguntungkan untuk berpartisipasi. Oleh karena itu, Imarah Islam (Afghanistan) menolak pemilu ini dan mendesak rakyat untuk tidak berpartisipasi di dalamnya karena ini hanyalah drama yang dimainkan oleh penjajah untuk memperoleh tujuan-tujuan mereka.

Amerika dan sekutunya tidak mempercayai pemilu kecuali jika mereka mencapai tujuan mereka, tetapi apabila tidak, mereka akan menyingkirkan masyarakat dari pemerintah terpilih mereka. Ada banyak contohnya. Tetapi contoh yang baru dan masih berlangsung adalah pemilu Mesir. Setiap orang melihat apa yang mereka lakukan terhadap pemerintah yang terpilih. Ribuan Muslim mesir yang menginginkan hak-hak sah mereka melalui cara yang damai terbunuh, terluka atau ditahan. Dan ini masih terus berlanjut, sedangkan para advokat demokrasi hanya menonton!

Kepada rakyat Afghan yang tercinta

Baru-baru ini, penjajah dan sekutu mereka telah berupaya untuk menunjukkan bahwa pertahanan kedaulatan negara ini, jihad dan perlawanan Islam terhadap penjajah, adalah sebuah tindakan yang tidak sah. Ini untuk untuk mengalihkan perhatian dunia dan rakyat kami dari penjajahan tanah Afghan ini dan melabeli perjuangan melawan penjajahan sebagai perang sipil. Itu sama saja dengan mereka mencoba untuk menyembunyikan cahaya siang hari dengan jari-jari mereka. Pemerintahan Kabul ingin mengedepankan pembenaran yang sia-sia untuk melegitimasi invasi militer langsung dan invasi segala segi oleh 49 negara (penjajah) dengan mengadakan konferensi-konferesni palsu yang dihadiri oleh tokoh-tokoh pengikut. Tetapi para pemegang konferensi ini harus memahami bahwa, Insya Allah, momen-momen kemenangan rakyat Afghan –yaitu kekalahan para penjajah dan pendirian sistem Islam- telah mendekati dengan pertolongan Allah (Subhanahu wa Ta’ala). Ituah mengapa upaya sia-sia dan gagal mereka tidak ada gunanya.

Segala puji bagi Allah, rakyat Mujahid Afghan sekarang menyadari realitas yang ada. Mereka tidak akan jatuh menjadi mangsa ke dalam akal bulus kalian. Oleh karena itu, kami menyeru kepada seluruh orang yang mendukung penjajah atau telah bergabung ke dalam jajaran mereka karena kebodohan, untuk menghentikan dukungan mereka sebagaimana ribuan rekan kalian yang telah melakukannya. Pangkuan Imarah Islam selalu terbuka untuk kalian kapanpun. Tidaklah rasional untuk berdiri di samping rakyat kalian di mana kematian dan hidup kalian akan menjadi simbol kebangaan bagi semuanya, tetapi bila kehilangan hidup di jajaran orang-orang kafir kalian akan kehilangan kehidupan duniawi dan akhirat/iman kalian.

Kami menyeru kepada Mujahidin kami untuk memanfaatkan jasa para Ulama, tetua suku dan para tokoh terkemuka untuk menasehati para tentara dan polisi dan milisi Arbaki untuk bergabung dengan barisan rakyat dengan meninggalkan barisan para penjajah dan berpartisipasi dalam jasa bersejarah dalam memperoleh kemerdekaan negara ini dan mendirikan sistem Islam.

Kepada orang-orang Muslim Afghan

Imarah Islam Afghanistan meyakinkan seluruh rakyat Afghan bahwa Imarah Islam berjuang untuk kemerdekaan negara ini dan pembentukan sistem Islam yang berdaulat yang akan menjadi kebijakan dasar, memenuhi kesejahteraan rakyat, kemajuan dan keadilan sosial dan akan membagikan jabatan (pemerintah) kepada orang-orang yang memenuhi syarat, yang akan dengan teliti memastikan hak-hak rakyat dan menjaga hubungan baik dengan semua negara di kawasan ini dan dunia, terkhusus negara-negara tetangga dengan dasar saling menghormati, prinsip-prinsip Islam dan kepentingan nasional. Yang akan memperhatikan infrastruktur egara ini khususnya bidang ekonomi, industry dan perdagangan. Secara keseluruhan, sistem ini akan bekerja untuk memajukan spiritual dan material rakyat dan negara ini.

Kami memiliki mandat sebuah Kantor Politik Imarah Islam (Afghanistan) untuk menjaga hubungan dengan dunia. Jika seseorang dari manapun, membuka kantor lain atas nama Imarah Islam (Afghanistan), mereka tidak mewakili Imarah Islam. Kontak dengan individu-individu yang bukan perwakilan resmi Imarah Islam tidak akan ada gunanya. Jika seseorang berbicara atas nama juru bicara Imarah Islam dan Kantor Politik Imarah Islam, mencoba untuk mengeluarkan pernyataan tentang kebijakan Imarah Islam, atau seseorang mengatasnamakan Kantor Politik Imarah Islam (tetapi) berhubungan dengan pihak oposisi (sekuler) atau menunjukkan dukungan bagi pemilu atas nama Imarah Islam, mereka bukanlah perwakilan dari kami juga tidak memiliki hubungan dengan kami. Orang-orang ini melakukan tindakan demikian hanya untuk reputasi diri dan keuntungan materi.

Pada akhir kesempatan ini, sekali lagi Saya menyampaikan ucapan selamat kepada rakyat Afghanistan dan umat Islam secara keseluruhan pada kesempatan hari raya ‘Idul Adha ini. Saya mendesak saudara-saudara yang kaya untuk tidak melupakan saudara-saudara kalian yang miskin dan sengsara, keluarga orang-orang yang syahid dan para tahanan Muslim untuk membantu mereka di kesempatan hari raya kurban ini.

Saudara-saudar Mujahidin harus memperkuat ikatan, hubungan baik, kasih sayang dan melayani rakyat yang mencintai Islam dan cinta tanah air. Dan patuhilah aturan-aturan yang diberikan kepada kalian.

Wassalamu’alaykum wa rahmatullah wa barakatuh

Mullah Muhammad Umar Mujahid
Khadimul Islam

13/10/2013

(siraaj/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...