Berita Dunia Islam Terdepan

Ameerah, sebuah nama yang mengantarkan pemiliknya kepada Islam

3

Ameerah adalah seorang gadis Amerika yang pantang menyerah dalam perjuangannya mencari kebenaran. Ameerah berasal dari keluarga Kristen yang kemudian beralih menjadi penganut atheisme. Dulu ia dibesarkan di sebuah kota kecil di Amerika Serikat dan sama sekali belum pernah mendengar tentang Islam.

Nama Ameerah adalah sebuah nama yang diberikan oleh ibu Kristennya sejak ia dilahirkan. Beberapa tahun kemudian, saat Ameerah mulai beranjak dewasa, ia pun mulai mencaritau arti namanya itu. Ia akhirnya menemukan bahwa Ameerah adalah sebuah nama yang berasal dari bahasa Arab yang berarti ratu/pemimpin yang biasa diberikan kepada seorang anak perempuan Islam.

Momen itu menjadi titik awal ketertarikannya kepada Islam, di mana segalanya kemudian berubah. Berikut adalah pemaparan Ameerah mengenai bagaimana ia menemukan dan kemudian memeluk Islam hingga akhirnya ia mendedikasikan hidupnya menjadi seorang penghafal Al-Qur’an di Mesir, seperti yang dibagikan oleh Youth Group.

Nama saya Ameerah, percaya atau tidak, Ibu Kristen saya yang memberikan saya nama ini sejak lahir. Nama ini tertulis di sertifikat kelahiran saya. Jadi, Alhamdulillah, saya tidak perlu mengubah nama saya [setelah saya memeluk Islam]. Sebelum saya menemukan Islam, saya dibesarkan di tengah keluarga Kristen, tapi seiring waktu berlalu mereka kemudian mulai mencela semua agama, dan menjadi atheis.

Saya dibesarkan di sebuah kota kecil di selatan Amerika Serikat. Populasi penduduk di kota itu sangat kecil, setiap orang saling mengenal satu sama lain, kalian bisa menghitung jumlah penduduk di sana dengan jari kalian. Orang-orang di sana masih duduk di beranda mereka dan akan menoleh ke arah kalian ketika kalian berkendara dengan mobil kalian. Itulah gambaran betapa kecilnya populasi penduduk di sana.

Tidak ada masjid di sana.
Saya belum pernah mendengar tentang Islam di sana, sampai beberapa tahun kemudian. Saya dibesarkan dalam sebuah keluarga, yang hanya percaya akan Gereja, di mana seakan-akan tidak ada tapi-tapian untuk hal itu.

Saya selalu bertanya-tanya bagaimana saya bisa mendapatkan nama Ameerah. Ini bukan nama yang biasa di sana. Saya selalu diganggu oleh siswa lain di sekolah saya karena nama ini. Ternyata ini adalah sebuah nama yang berasal dari bahasa Arab dan biasa digunakan oleh orang-orang Islam, yang berarti ratu/putri. Allah kemudian mempertemukan saya dengan seorang siswi muslimah di kelas lima.

Gadis itu memberitahu saya dasar-dasar bagaimana menjadi seorang muslimah. Ia mengatakan kepada saya bahwa dalam Islam mereka beribadah lima kali dalam sehari. Ia juga menyebutkan bahwa muslim tidak memakan daging babi. Dan juga setelah membaca AutoBiografi Malcolm X karya Alex Haley, saya mulai tahu bahwa Islam adalah sesuatu yang saya ingin tahu lebih dalam tentangnya.

Juga mengenai fakta bahwa saya mulai menilik dan menemukan bahwa ibu saya ternyata telah menemukan Islam beberapa tahun sebelumnya, namun kemudian meninggalkannya lagi. Ini menjadi hal lain yang membuat ketertarikan saya terhadap Islam memuncak dan membuat saya ingin belajar lebih banyak tentang Islam.

Setelah saya berhasil mendapatkan sebuah pegangan salinan terjemahan Al-Qur’an, saya pun membacanya. Rasanya seperti Al-Qur‘an sedang berbicara langsung kepada saya, saya tahu itu adalah kebenaran. Bagaimana bisa seseorang (Muhammad) Shalallahu Alayhi wa Sallam yang tidak bisa membaca, memprediksi sejumlah hal sejak jauh-jauh hari sebelum kita akhirnya menyaksikan bukti-bukti kebenarannya. Subhanallah!

Selain itu, di kala saya memikirkan bahwa bila saya mati, dan itu bisa kapan saja, saya akan mati dalam keadaan kafir, maka saya benar-benar tidak ingin hal itu terjadi pada saya. Dan dengan dorongan semangat dari banyak orang yang telah saya temui di sepanjang jalan ini, akhirnya saya memutuskan untuk mengucapkan syahadat saya pada 20 Mei 2004.

Keluarga dan teman-teman saya tidak senang dengan apa yang telah saya lakukan, dan sampai saat ini mereka masih juga tidak senang. Sampai hari ini mereka masih mengklaim saya pengkhianat dan masih tidak menerimanya. Mereka masih merasa seakan ini hanyalah sebuah fase yang akan saya lalui dan mereka mengharapkan saya akan keluar darinya.

Mereka bertanya kenapa dan bagaimana saya bisa melakukan hal seperti ini. Dan saya juga kehilangan banyak teman setelah saya memeluk Islam sebagai jalan hidup saya.

Bagaimanapun, saya juga telah bertemu dengan orang baik maupun orang jahat dalam Islam. Islam itu sempurna, hanya saja ada orang-orang Islam yang mungkin tidak mau menyempurnakan diri mereka sendiri dengan Islam yang sempurna ini.

Saya telah mendapati ada beberapa orang yang hanya ingin meningkatkan penilaian orang tentang mereka, dengan mengatakan hal-hal yang tidak benar tentang orang lain. Hanya untuk membuat diri mereka terlihat besar di mata makhluk, dan akan melakukan apa saja untuk menyakiti orang lain dan mencoba atau mengganggu mereka atau reputasi mereka. Kita semua harus mencoba dan menahan diri dari itu semua sebisa mungkin dan selalu berusaha untuk menjaga kebersihan niat kita.

Rencana masa depan saya, hanya Allah yang mengetahui apa yang terbaik untuk saya. Saya ingin menyelesaikan menghafal seluruh isi AlQur’an, dan kemudian setelah itu InsyaAllah saya ingin mengajarkannya pada orang lain secara gratis, sehingga mereka yang mempunyai keinginan untuk belajar Al-Qur’an namun tidak mampu mengeluarkan biaya, akan bisa belajar dengan saya.

(banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...