Berita Dunia Islam Terdepan

Serka Agus diduga terlibat pembuatan ‘bom’

Ledakan keras yang terjadi di pemukiman padat di Bondowoso, Jawa Timur
3

BONDOWOSO (Arrahmah.com) – Keluarga Tara, bocah usia 12 tahun, korban ledakan mercon di Gang Malabar, Kota Kulon, Bondowoso, Jawa Timur, menuntut agar fakta keterlibatan oknum TNI dalam pembuatan mercon tidak ditutupi.

Tara menjadi korban ledakan di rumah Serka Agus Suryadi, Minggu pagi tadi. Saat itu, bocah berusia 12 tahun itu sedang belajar di rumahnya. Ledakan membuat tembok rumah ambruk dan menimpanya.

Agus Suryadi (45), adalah anggota Koramil 02 Curahdami Bondowoso. Ia ikut tewas dalam ledakan yang terjadi pukul tujuh pagi tadi itu.

Sementara itu, 20 rusak parah. Sebagian hancur, dan sebagian lagi kehilangan genting. Kepala Kepolisian Resor Bondowoso Ajun Komisaris Besar Sabilul Alief mengatakan, ledakan terjadi diduga karena bahan peledak potasium.

Sukardi, salah satu kerabat Tara, mengatakan, Agus diduga terlibat pembuatan mercon. Rumahnya menjadi tempat penyimpanan bahan bakar mercon.

“Adiknya pernah ditahan karena pembuatan mercon tahun 2002, namanya Spd. Ini berarti kedua kalinya,” kata Sukardi menahan geram.

Warga sebenarnya sudah pernah menegur Agus, karena takut akan ada kecelakaan ledakan. “Tapi tak pernah dihiraukan,” kata Sukardi.

“Kami menyesalkan kejadian ini. Siapa yang bertanggung jawab. Harapan saya masalah ini jangan ditutupi. Biru katakan biru. Hitam katakan hitam. Ini bukan ledakan kompor gas. Kalau kompor gas pasti terbakar,” kata Sukardi.

Sebagaimana diberitakan ledakan ‘bom’ terjadi di gang Malabar, Kota Kulon, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Ahad pagi (29/9/2013) terdengar hingga radius dua kilometer.

Ledakan terjadi di rumah Serka Agus Suryadi (45), anggota Koramil 02 Curahdami Bondowoso. Ledakan terjadi pukul tujuh pagi dan menyebabkan 2 orang tewas, yakni Agus dan Tara (12).

Sementara itu, 20 rumah rusak parah. Sebagian hancur, dan sebagian lagi kehilangan genting. Kepala Kepolisian Resor Bondowoso Ajun Komisaris Besar Sabilul Alief mengatakan, ledakan terjadi diduga karena bahan peledak potasium. Namun ia meminta wartawan untuk menanti Laboratorium Forensik.

(azmuttaqin/bj/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...