Berita Dunia Islam Terdepan

Polisi Myanmar memperkosa gadis Rohingya di dalam penjara Buthidaung

438

BUTHIDAUNG (Arrahmah.com) – Biadab, Seorang gadis Muslimah Rohingya (17) di kota Buthidaung, negara bagian Arakan, Myanmar (Burma) telah diperkosa oleh polisi setelah ia ditangkap dengan sewenang-wenang.

Dalam laporan yang dirilis RB News, media lokal Myanmar, lebih dari dua puluh satu polisi dari kantor polisi Buthidaung menyerbu desa Kyauk Hla Pyin pada Jum’at (6/9/2013) pukul 22:30 waktu lokal. Mereka menangkap gadis tersebut -yang tidak disebutkan namanya demi menjaga kehormatannya- dan juga tiga pria Rohingya tanpa alasan. Dilaporkan bahwa gadis Muslimah itu ditempatkan di ruang terpisah khusus perempuan di kantor polisi tersebut.

RB News mendapat informasi dari warga Rohingya bahwa gadis itu kemudian ditelanjangi oleh polisi dan dibiarkan telanjang di sel tahanan. Mereka memperkosanya secara terus-menerus sejak hari penahanannya.

“Mereka menyerbu desa kami tanpa alasan apapun. Seperti yang biasa mereka lakukan, untuk menangkapi dan memeras uang. Gadis Rohingya itu adalah yang cantik di desa itu. Itulah kenapa mereka menangkapnya tanpa alasan apapun untuk melakukan hal seperti binatang. Mereka membiarkannya telanjang di dalam sel. Dan polisi memperkosanya terus-menerus sejak ia ditangkap,” kata seorang warga Rohingya kepada RB News.

“Dia bisa meninggal dunia jika hal ini terus terjadi dua atau tiga hari berikutnya.”

Pemerintah kota dan kepala kepolisian setempat dikatakan mengetahui tindakan keji itu, tetapi mereka tidak melakukan tindakan apapun untuk menghentikannya.

Sementara itu dua pria Rohingya, Zamir Hussein dan Mir Ahmed, yang ditangkap bersama gadis itu telah dibebaskan setelah polisi memeras uang mereka sebesar 200.000 Kyat untuk setiap orang. Sedangkan seorang lainnya, Abu Sofian, masih mendekam di tahanan. (siraaj/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...