Berita Dunia Islam Terdepan

Mujahidin Anshar Baitul Maqdis mengaku bertanggung jawab atas usaha pembunuhan Mendagri Mesir

2

KAIRO (Arrahmah.com) – Junta militer Mesir telah membantai lebih dari 4000 warga sipil muslim yang tak berdosa saat menyerang massa demonstran anti kudeta militer beberapa waktu lalu. Sampai saat ini penyerangan dan pembunuhan terhadap massa demonstran muslim masih terus terjadi di Mesir. Menteri Dalam Negeri Muhammad Ibrahim adalah pelaksana dari kebijakan represif junta militer Mesir tersebut.

Sebagai pembalasan atas nyawa ribuan kaum muslimin Mesir yang dibunuh secara zalim tersebut, Jama’ah Anshar Bait al-Maqdis melakukan serangan bom syahid terhadap konvoi kendaraan Mentri Dalam Negeri Mesir. Mendagri lolos dari kematian dalam serangan tersebut. Namun kelompok mujahidin dari Semenanjung Sinai yang telah melakukan sedikitnya 17 kali serangan terhadap jalur pipa gas bumi Mesir – Israel itu berjanji akan melakukan serangan-serangan susulan untuk membela kaum muslimin Mesir.

Jama’ah Anshar Bait al-Maqdis

Bagian Media

Pernyataan bertanggung jawab atas upaya pembunuhan terhadap Menteri Dalam Negeri Mesir

Perang pembalasan atas korban kaum muslimin Mesir

 

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

 

وَإِنْ نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ مِنْ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوا فِي دِينِكُمْ فَقَاتِلُوا أَئِمَّةَ الْكُفْرِ ۙ إِنَّهُمْ لَا أَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُونَ

“Dan jika mereka melanggar sumpah mereka setelah mereka mengadakan perjanjian dan mereka mencela agama kalian, maka perangilah para pemimpin kekafiran karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, agar mereka menghentikan kejahatan mereka tersebut.” (QS. At-Taubah [9]: 12)

 

Segala puji bagi Allah Yang telah berfirman “Dan bagi kalian dalam hukuman setimpal (qishash) ada jaminan kehidupan wahai orang-orang yang berakal sehat agar kalian bertakwa” (QS. Al-Baqarah [2]: 179). Shalawat dan salam senantiasa Allah limpahkan kepada orang yang diutus sebagai kasih sayang bagi seluruh alam, nabi kasih sayang dan nabi peperangan, orang yang selalu tersenyum lagi ahli berperang, juga kepada seluruh keluarganya yang suci, para sahabatnya yang diberkahi dan para pengikutnya dengan kebaikan sampai hari pembalasan. Amma ba’du.

Allah Ta’ala telah memberi kemampuan kepada saudara-saudara kalian mujahidin Jama’ah Anshar Bait al-Maqdis untuk memecahkan sistem pengamanan tokoh penumpah darah Menteri Dalam Negeri Muhammad Ibrahim dengan sebuah operasi serangan syahid yang dilakukan oleh salah seorang singa negeri Kinanah. Muhammad Ibrahim telah melihat kematian di depan matanya namun “bagi setiap kematian ada batasan waktu yang telah ditetapkan”. Operasi serangan yang akan datang akan lebih keras dan lebih pahit, insya Allah.

Dalam kesempatan ini kami ingin menerangkan beberapa hal penting berikut ini kepada rakyat kami kaum muslimin di Mesir.

Pertama, kami adalah jama’ah yang bekerja untuk menegakkan agama Allah Ta’ala di muka bumi dengan jalan jihad di jalan Allah Ta’ala dan jalan dakwah kepada agama Allah dengan jalan hikmah, mau’izhah hasanah. Kami telah menolak untuk menempuh jalan demokrasi yang syirik karena ia bertentangan dengan pen-tauhid-an Allah ‘Azza wa Jalla. Kami telah berulang kali mengingatkan kaum muslimin dari kesyirikan demokrasi. Hari ini telah jelas bagi setiap orang yang berakal sehat bahwa demokrasi adalah berhala dari tepung, jika para pembuatnya kelaparan niscaya mereka akan memakan demokrasi itu sendiri.

Kedua, kami adalah bagian dari umat Islam di Mesir. Kami merasa sedih dan kami merasa sakit atas penderitaan yang kita alami di Mesir. Sungguh telah memberatkan hati kami pembantaian-pembantaian yang kita lihat terhadap kaum muslimin awam di depan markas Garda Republik (pembantaian terhadap orang-orang yang sujud), Rabiah Square, Nahdah Square dan pembakaran terhadap tempat [rumah sakit lapangan] yang di dalamnya terdapat para korban gugur dan luka, serangan terhadap anak-anak dan wanita, dan kaum muslimah Mesir digiring ke dalam penjara dalam peristiwa yang belum pernah ada tandingannya dalam sejarah Mesir sejak kurun waktu yang lama; juga serangan berturut-turut terhadap masjid-masjid di Rabiah, Ramses, Alexandria dan kota-kota lainnya. Mengikuti langkah Bashar Asad, pesawat militer juga membombardir rumah-rumah Allah di Sinai dengan serangan rudal kepada setiap orang yang memiliki kaitan dengan agama Islam.          

Maka wajib bagi kami untuk menolong saudara-saudara kami kaum muslimin dengan menolak pihak yang menyerang agama, nyawa dan kehormatan kaum muslimin. Maka terjadilah operasi serangan yang penuh berkah ini.

Ketiga, kami berjanji kepada Allah Ta’ala akan memberikan balasan setimpal terhadap siapapun yang turut serta dalam membunuhi kaum muslimin dan menyerang kehormatan kaum muslimin. Gembongnya adalah Abdel Fattah al-Sisi dan Muhammad Ibrahim. Hati kami tidak akan pernah tenang sampai kami mampu membalaskan derita kaum muslimin dari para kriminal tersebut dan pentolan-pentolan media massa mereka yang melakukan penyesatan terhadap umat Islam, memalsukan fakta-fakta dan memprovokasi pembantaian terhadap putra-putri kaum muslimin.

Keempat, kami menyerukan kepada seluruh kaum muslimin di Mesir untuk menjauhi gedung-gedung dan kantor-kantor milik Departemen Pertahanan dan Departemen Dalam Negeri, guna menjaga keselamatan nyawa dan harta kaum muslimin sendiri. Kami juga menyerukan kepada kaum muslimin untuk bergabung dengan mujahidin dalam peperangan mereka melawan para kriminal durjana tersebut.

Kelima, kami meminta maaf kepada seluruh kaum muslimin secara umum dan kepada keluarga para syuhada’ Mesir secara khusus atas lolosnya thaghut Muhammad Ibrahim dari kematian dalam kesempatan kali ini. Kami berjanji kepada kaum muslimin bahwa serangan-serangan mujahidin akan kembali menargetkan dirinya dan kepada rekan-rekannya para pemimpin kekafiran.

Terakhir, kami mengajak kepada kaum muslimin di Mesir untuk menempuh petunjuk nabi kita dalam melawan serangan kebatilan. Allah Ta’ala telah berfirman:

الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِن دِيَارِهِم بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَن يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا ۗ وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

“Yaitu orang-orang yang diusir dari negeri mereka tanpa alasan yang benar, yaitu hanya karena mereka mengatakan Rabb kami adalah Allah. Seandainya Allah tidak menolak kejahatan sebagian manusia [orang-orang kafir] dengan sebagian manusia lainnya [orang-orang yang beriman] niscaya telah dirobohkan biara-biara orang Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah Yahudi dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut-sebut nama Allah. Allah pasti akan menolong orang yang menolong agama-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Al-Hajj [22]: 40)

 

Allah Maha melaksanakan urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya

 

Jama’ah Anshar Bait al-Maqdis

2 Dzulqa’dah 1434 H

8 September 2013 M

 

tsar2

tsar3

tsar4

(muhibalmajdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...