Al Qaeda Yaman bantah tuduhan AS mengenai rencana serangan

5

SANA’A (Arrahmah.com) – Al Qaeda di Yaman telah membantah tuduhan AS yang mengklaim akan adanya serangan besar-besaran oleh Mujahidin Al Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) yang mendorong penutupan kedubes Barat di Yaman dan negara lainnya beberapa waktu lalu.

Mujahidin AQAP juga membantah laporan yang dikonfirmasi oleh presiden boneka Yaman, Abdurabuh Mansour Hadi bahwa intelijen AS telah menyadap pembicaraan antara amir Al Qaeda, Syeikh Ayman az-Zawahiri hafidzahullah dan Nasser al-Wuhayshi hafidzahullah, amir Al Qaeda yang berbasis di Yaman.

“Hadi mengulangi omong kosong dan propaganda yang dipublikasikan oleh intelijen AS pada panggilang telepon antara pemimpin Jihad untuk membenarkan plot AS untuk membunuh Muslim di Yaman melalui serangan lanjutan,” ujar pernyataan AQAP yang diposting di forum Islam online seperti dilansir Al Arabiya.

Hadi telah mengklaim “Jihadis merencanakan untuk menargetkan terminal minyak di negara itu menggunakan bom truk,” ujar AQAP.

“Kami menyangkal apa yang dia katakan dan menganggapnya sebagai upaya untuk membenarkan praktek-praktek kriminal AS.”

“Kami juga menegaskan kekhawatiran kami dalam mempertahankan darah Muslim,” tambah pernyataan.

Sebuah sumber mengatakan Hadi dan Obama telah membahas masalah “rencana serangan Mujahidin AQAP” di Gedung Putih pada 1 Agustus lalu.  Pada 4 Agustus Amerika Serikat menutup serentak 19 konsulat dan kedubesnya di negara-negara Arab dan Afrika Utara dan diikuti oleh sekutu-sekutunya.  Para pejabat Amerika mengatakan penutupan dilakukan karena adanya ancaman serangan Al Qaeda.

Dalam sambutannya untuk petugas polisi, Hadi mengklaim rencana serangan terhadap terminal minyak di Yaman telah digagalkan setelah menyadap pembicaraan Syeikh Az-Zawahiri dan Wuhayshi.

Hadi juga mengklaim bahwa gelombang serangan pesawat tak berawak yang meningkat pesat dua minggu terakhir, telah menewaskan 40 “militan” termasuk beberapa pemimpin kelompok di wilayah Sana’a.  Klaimnya ini tidak disertai bukti yang kuat seperti foto atau identifikasi jenazah korban.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.