Pakar komunikasi politik, Heri Budianto minta pemerintah tak hanya prihatin soal Mesir

56

JAKARTA (Arrahmah.com) – Pemerintah harus segera ambil sikap tegas soal hubungan dengan Mesir. Bukan hanya sekedar menyampaikan rasa prihatin terhadap kekerasan yg terjadi di mesir. Hal ini diungkapkan oleh pakar komunikasi politik Dr. Heri Budianto Ahad (18/8/2013)

“Saya kira SBY selaku presiden segera menyatakan sikap tegas, tidak cukup hanya dengan menyampaikan rasa prihatin dengan apa yang terjadi di Mesir,” kata Heri.

Pemerintah bisa mengambil langkah nyata yang bahkan sangat berani sekali-pun yakni menarik dubes kita yang ada di Mesir. Memang sulit, namun saya kira sikap tegas kita terhadap apa yang dilakukan militer di Mesir di perlukan.

“Saya melihat hubungan indonesia dan Mesir sangat baik dan memiliki sejarah panjang.”

Karena itu, saya kira Indonesia jadi pertimbangan oleh pemerintah Mesir saat ini.

Pembantaian di negeri Mesir masih terus berlangsung sampai sekarang.

Para pendukung Muhammad Mursi terus mengalami kekerasan fisik dari mulai lontaran gas air mata hingga letusan senjata yang memuntahkan peluru-peluru tajam dari berbagai penjuru. Data yang sering diulang ulang adalah 2600 Muslim meninggal dunia. Tentunya hari ini data itu telah bertambah seiring meningkatnya kekerasan junta militer.

Kaum Muslimin Mesir dibantai itulah judul utama dari semua media masa Islam. gelombang masa unjuk rasa dari berbagai elemen umat Islam Indonesia tidak putus dari mulai hari Kamis-Ahad di seluruh Nusantara. Kecaman keras telah disuarakan oleh kaum Muslimin Indonesia.

Pada saat yang bersamaan desakan agar pemerintah RI menarik Dubesnya dari Mesir begitu menguat. Ini dilakukan untuk tekanan politik yang signifikan terhadap junta militer Mesir.

(azmuttaqin/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.