Rezim Suriah kembli membantai 106 warga sipil muslim

21

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Komisi Koordinasi Lokal (LCC) Suriah menyatakan rezim Nushairiyah Suriah telah membantai sedikitnya 106 warga sipil muslim pada Jum’at (16/8/2013). Para aktivis juga melaporkan rezim Nushairiyah Suriah kembali melakukan pembantaian biadab di Aleppo dan pinggiran Damaskus. Sementara itu pertempuran sengit terus berlangsung di hampir seluruh wilayah Suriah, khususnya Lattakia dan Dara’a, laporan Al-Jazeera.

LCC Suriah menyatakan dari keseluruhan korban gugur pada hari Jum’at terdapat 14 anak-anak, 11 wanita dan 3 orang pria dewasa yang gugur akibat siksaan keji tentara Nushairiyah Suriah.

Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan rezim Nushairiyah Suriah melakukan pembantaian biadab di desa Kalasah, provinsi Aleppo. Pesawat tempur rezim membombardir desa Kalasah dan Bustan al-Qasr di provinsi Aleppo secara massif. Bombardir itu menewaskan sedikitnya 25 warga sipil muslim yang tak berdosa.

Pembantaian itu terjadi setelah pada Jum’at pagi rezim Nushairiyah Suriah juga melakukan pembantaian biadab di kota Malihah, provinsi pinggiran Damaskus. Sedikitnya 15 warga sipil muslim gugur dan puluhan lainnya cedera saat rudal-rudal rezim Assad menghantam tenda-tenda pengungsi di kota Malihah.

Pertempuran sengit dilaporkan masih berlangsung di basis rezim Nushairiyah Suriah di provinsi Lattakia.  Mujahidin Islam dan mujahidin FSA berhasil menghancurkan sebuah tank dan bis pasukan Nushairiyah di desa Auben. Baku tembak sengit juga terjadi di desa Astarbah, Bait Sakhui, desa-desa di Jabal Akrad dan Jabal Turkman, dalam usaha pasukan Nushairiyah untuk merebut kembali wilayah-wilayah tersebut dari tangan mujahidin Islam dan mujahidin FSA.

Pesawat-pesawat tempur rezim Suriah menghujani kota Salma, provinsi Lattakia dengan bom-bom birmil, tabung gas, sehingga mengakibatkan kebakaran hebat pada rumah-rumah penduduk dan lahan pertanian di wilayah yang dikuasai oleh mujahidin tersebut. (muhibalmajdi/arrahmah.com)        

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.