Gelar sahur di gereja, Istri Gus Dur melakukan toleransi yang kebablasan

55

JOMBANG (Arrahmah.com) – Istri mendiang Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah menggelar sahur bersama di halaman Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno Jombang, Kamis (1/8/2013) dini hari. Ratusan warga dari kelompok fakir miskin, yatim piatu serta jemaat GKJW hadir dalam acara tersebut.

Menurutnya, pelaksanaan sahur bareng di gereja merupakan bentuk upaya peningkatan kerukunan antar umat beragama. Hubungan kemanusiaan antar umat beragama harus selalu digelorakan untuk menciptakan kedamaian dunia.

Menanggapi kejadian tersebut, mantan pendeta Ustadz Bernard Abdul Jabbar mengatakan acara istri Gus Dur tersebut merupakan toleransi yang kebablasan.

“Melaksanakan sahur bersama di gereja merupakan toleransi yang kebablasan. Umat harus rukun tetapi agama tidak bisa disamakan, masing-masing punya prinsip akidah berbeda yang tidak bisa dicampur adukkan,” ujar Ustadz Bernard kepada¬†Suara Islam Online, Rabu (7/8/2013).

“Tidak boleh umat Islam masuk ke gereja, itu hukumnya jelas haram,” tegasnya.

Ustadz Bernard yang juga mantan misionaris ini mengatakan agar berhati-hati terhadap berbagai kegiatan yang melibatkan gereja karena bisa terjadi upaya pemurtadan.

(SI Online/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.