Inna lillah, rezim Suriah kembali membantai 136 warga sipil muslim

Jenazah para warga yang gugur di masjid Al-Hussami dievakuasi ke kantor Hilal Ahmar Suriah di desa Gouta, Homs
10

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Kebiadaban rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah bayarannya tidak mengenal kesucian bulan Ramadhan. Memasuki hari ke-20 bulan suci Ramadhan 1434, Senin (29/7/2013), pembantaian demi pembantaian missal terus mereka lakukan terhadap warga sipil muslim yang tak berdosa.

Komisi Koordinasi Lokal (LCC) Suriah mencatat sepanjang hari Senin (29/7/2013), pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah bayarannya membantai sedikitnya 136 warga sipil muslim di berbagai wilayah Suriah. Di antara korban terdapat 13 anak-anak, 7 wanita dan 7 laki-laki dewasa yang gugur oleh beratnya penyiksaan.

LCC Suriah melaporkan korban gugur terbanyak berada di propinsi Damaskus dan pinggiran Damaskus. Di dua propinsi yang mujahidin terus meraih kemajuan positif tersebut, rezim Suriah membantai 54 warga sipil muslim.

Propinsi Homs yang telah dikepung oleh pasukan Nushairiyah sejak lebih dari 400 hari juga menjadi ajang kebiadaban tentara Nushairiyah dan milisi Syiah Hizbullah Lebanon. Sedikitnya 25 warga sipil muslim gugur oleh mesin perang rezim Assad.

LCC Suriah melaporkan bombardir pesawat tempur rezim Nushairiyah Suriah paling gencar menghantam desa Khalidiyah, Talbisah, Rastan dan Houla di propinsi Homs.

Kantor berita NSSR melaporkan artileri berat pasukan Nushairiyah dan milisi Syiah Hizbullah membombardir masjid Al-Hussami di desa Dublan pada Senin (29/7/2013) malam. Belasan warga gugur dan cedera dalam serangan biadab tersebut. Warga yang selamat mengevakuasi jenazah para korban ke kantor Hilal Ahmar Suriah di desa Gouta, kota Homs.  

Pada Senin (29/7/2013) TV Al-Jazeera juga melaporkan pasukan Nushairiyah dan milisi Syiah berhasil mendesak mujahidin dan menguasai sebagian besar wilayah dalam desa Khalidiyah, kota Homs tua.

Tank, rudal dan artileri berat rezim Nushairiyah dari pangkalan militer rezim di desa Nabl dan Zahrah, propinsi Aleppo menghujani desa-desa yang telah dibebaskan oleh mujahidin. Sedikitnya 19 warga sipil muslim dilaporkan gugur di propinsi Aleppo. Mujahidin Islam dan mujahidin FSA telah menguasai lebih dari 90 persen wilayah Aleppo dan pesisir Aleppo.

Di propinsi Dara’a LCC Suriah mencatat sedikitnya 13 warga sipil muslim gugur oleh serangan mesin perang rezim Assad. Pesawat tempur rezim Nushairiyah menggempur dengan gencar wilayah Jabal Zawiyah, Ahsam dan Marayan di Idlib.

NNSR melaporkan di kota Maarat an-Nukman, bocah berusia lima tahun bernama Muhammad Taifur bertahan hidup setelah beberapa jam terkubur di bawah reruntuhan rumahnya akibat bombardir pesawat tempur rezim. Malangnya, ibu dan saudari perempuannya gugur dalam serangan udara tersebut.

Muhammad Tayfur (5 tahun) selamat dari kematian walau beberapa jam terkubur reruntuhan bangunan di Maarat an-Nukman, Idlib
Muhammad Tayfur (5 tahun) selamat dari kematian walau beberapa jam terkubur reruntuhan bangunan di Maarat an-Nukman, Idlib

Di propinsi Qunaitra tercatat sedikitnya 10 warga sipil muslim gugur. Di propinsi Idlib mesin perang rezim Assad juga membunuh sedikitnya 8 warga sipil muslim. Sementara itu di propinsi Hamah, Lattakia dan Raqqa, tercatat 2 warga sipil muslim gugur di masing-masing propinsi tersebut. (muhibalmajdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.