Rezim Suriah membombardir Maarat an-Nukman, puluhan warga sipil gugur

12

IDLIB (Arrahmah.com) – Sepanjang hari Ahad (28/7/2013) pesawat tempur dan artileri berat rezim Nushairiyah Suriah gencar membombardir beberapa wilayah di kota Maarat an-Nukman, propinsi Idlib. Bombardir gencar rezim Suriah juga menghantam propinsi Homs, pinggiran Homs dan Deir Ezzur, laporan TV Al-Jazeera.

Para aktivis kemanusiaan melaporkan sejumlah warga sipil muslim, mayoritas adalah anak-anak, gugur dalam serangan udara yang dilancarkan pesawat tempur rezim teroris Bashar Assad terhadap kota Maarat an-Nukman di propinsi Idlib.

Pesawat tempur, rudal, tank dan artileri berat pasukan rezim Nushairiyah Suriah juga menggencarkan bombardirnya terhadap propinsi Homs dan pinggiran Homs. Sehari sebelumnya, Sabtu (27/7/2013), rezim teroris Bashar Asad mengklaim telah merebut sebagian besar wilayah dalam desa Khalidiyah, kota Homs.

Rezim Assad menampilkan foto-foto tentaranya dan milisi Syiah Hizbullah Lebanon yang mengacak-acak bagian dalam masjid bersejarah Khalid bin Walid di desa itu. TV resmi rezim teroris Assad mengatakan pasukannya melanjutkan pengejaran dan perburuan terhadap “sisa-sisa teroris” setelah merebut sebagian besar bagian desa Khalidiyah yang terletak di utara kota Homs.

Direktur Observatorium Suriah untuk Hak-hak Asasi Manusia, Rami Abdurrahman, mengatakan bahwa pasukan rezim Bashar Assad dan milisi Syiah Hizbullah Lebanon merangsek maju dan menduduki sebagian besar bagian dalam desa Khalidiyah. Namun baku tembak sengit pasukan rezim dengan mujahidin Islam dan FSA masih terus berlanjut di bagian utara dan selatan desa Khalidiyah.

Pasukan rezim teroris Assad telah mengepung desa Khalidiyah dan desa-desa di kota Homs Tua sejak lebih dari setahun lalu. Pasukan Bashar Asad dan milisi Syiah Hizbullah Lebanon melancarkan serangan besar-besaran terhadap desa Khalidiyah dan desa-desa sekitarnya sejak 29 hari lalu. Kota Homs Tua merupakan benteng terakhir mujahidin Islam dan mujahidin FSA di propinsi yang dipandang sebagai “ibukota revolusi” yang meletus sejak pertengahan Maret 2011 tersebut. (muhibalmajdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.