AK-47 Syaikh Usamah bin Ladin

49

Senjata yang diklaim diperoleh dari kediaman Syaikh Usamah bin Ladin, ketika beliau rahimahullah dibunuh oleh tentara AS, dipajang di markas CIA di Langley, Virginia, lansir DM pada Jumat (25/7/2013).

AK-47 itu diklaim diambil setelah Syaikh Usamah dinyatakan gugur tertembak di kediamannya di komplek Abbotabad dalam serangan tengah malam pada Mei 2011.

syaikh usamah
Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah

Senjata itu ditelusuri merupakan AK-47 Rusia, namun kurator museum CIA Toni Hiley mengklaim kepada NBC bahwa penjelasan untuk adanya tanda-tanda senjata itu buatan Cina masih merupakan misteri.

Menurut kesaksian seorang ikhwan yang berjihad di bumi Afghanistan dan mendapatkan kesempatan langka bertemu langsung dan bertatap muka dengan Syaikh Usamah bin Ladin, beliau memang selalu siap membawa mushaf kecil, senjata sejenis AK, dan tongkat. Di mana membawa ketiga-tiganya, yaitu mushaf, senjata, dan tongkat, adalah bagian dari Sunnah.

AK-47 (Avtomat Kalashnikova 1947) adalah senapan serbu yang dirancang oleh Mikhail Kalashnikov dan diproduksi oleh pembuat senjata Rusia IZhMASh.

Selain senjata legendaris itu, perencanaan rinci akan serangan terhadap tempat persembunyian Syaikh Usamah juga terlihat di museum tersebut, dengan miniatur komplek Abbotabad yang digunakan mantan direktur CIA Leon Panetta untuk merencanakan misi kotor mereka.

Rincian komplek Abbotabad itu mereka klaim dibuat begitu akurat. Intelijen mereka juga mengklaim bahwa mereka merasa seperti sudah pernah ke sana sebelumnya saat diturunkan ke lokasi.

cia plan
Rincian gambar kompleks Abbotabad tempat persembunyian Syaikh Usamah bin Ladin

CIA mengklaim telah merencanakan serangan terhadap Syaikh Usamah sejak September 2010.

CIA menemukan tempat persembunyian Syaikh Usamah bin Ladin dengan melacak orang-orang yang mereka anggap terkait dengannya dan dengan memanfaatkan orang yang dianggap bisa membocorkan informasi tentangnya.

Setelah mempelajari lokasi keberadaan Syaikh Usamah, mereka mengklaim segera menjalankan serangan pada bulan Mei 2011.

Melalui kamera video yang dipasang pada helm tentara AS, Obama dan stafnya di Gedung Putih melihat langsung serangan terhadap pemimpin mujahidin nomor satu yang paling dicari di dunia tersebut.

obama n staf
Obama, Joe Biden, bersama anggota tim keamanan nasional AS menonton serangan Syaikh Usamah bin Ladin dari Gedung Putih

Setelah Syaikh Usamah bin Ladin dinyatakan gugur dalam serangan itu, tentara AS ingin membawa jenazah Syaikh Usamah rahimahullah untuk bisa dipertontonkan kepada publik internasional sebagai bukti “kemenangan” mereka atas mujahidin Islam. Namun Allah Subhanahu wa Ta’ala mengagalkan rencana jahat mereka.

Istri Syaikh Usamah, Amal Abdul Fattah as-Sadah, mengejutkan dunia internasional dengan pemaparannya mengenai jenazah Syaikh Usamah yang ia nyatakan terbakar bersama pasukan marinir AS saat helikopter yang membawa jasad Syaikh Usamah diledakkan oleh seorang ikhwah yang menyertai Syaikh (di dalam rumah) yang melepaskan tembakan roket RPG ke arah helikopter itu hingga tiada yang tersisa.

Tiada pilihan bagi AS selain menyelamatkan mukanya dengan menyebar luaskan berita penenggelaman jenazah Syaikh Usamah ke dalam samudra. Allah telah melindungi Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah saat beliau masih hidup dan setelah beliau gugur. Semoga Allah merahmati Syaikh Usamah dan menempatkan beliau dalam surga tertinggi Al-Firdaus.

Dengan demikian, fakta tersebut bisa melandasi kemungkinan bahwa senjata AK-47 yang diklaim CIA sebagai senjata milik Syaikh Usamah bin Ladin itu juga merupakan salah satu upaya mereka dalam menutupi kegagalan “misi besar” mereka. Wallahu’alam.

rumah syaikh usamah
Tempat persembunyian Syaikh Usamah bin Ladin di mana AK-47 diklaim ditemukan saat beliau rahimahullah gugur

Sementara setelah serangan itu, hubungan antara Pakistan dan Barat menegang. Kepala intelijen di Islamabad mengaku tidak percaya bahwa Syaikh Usmah bin Ladin hanya tinggal 800 meter dari akademi militer terkemuka di negara itu. (banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.