Memamerkan tato bergambar "Masjid dibom", teroris EDL memancing kemarahan umat Islam

113

BIRMINGHAM (Arrahmah.com) – Dalam demonstrasi English Defence League (EDL) pekan lalu di Birmingham, seorang pria yang diyakini sebagai pendukung EDL mengangkat bajunya untuk memamerkan gambar tato yang memancing kemarahan umat Islam. Dia menunjukkan tato bergambar sebuah masjid yang diledakkan, lansir DM pada Rabu (24/7/2013).

Pria itu mengangkat kaos sepak bola yang dikenakannya dan sambil tersenyum menunjukkan tato di dadanya yang bergambar sebuah Masjid bertuliskan “BOOM!”

Gambar tato yang melecehkan tempat ibadah umat Islam itu telah memicu kemarahan publik setelah gambar itu diposting online.

Foto itu diambil pada saat demonstrasi anarkis EDL berlangsung di Birmingham, menurut The Sun, di mana polisi melakukan penangkapan terhadap 20 anggota EDL setelah mereka menyerang petugas pada Sabtu (20/7).

teroris edl2
EDL merupakan sebuah gerakan yang menentang segala bentuk penyebaran Islam dan Syariah. Moto gerakan ini terlihat di simbol yang mereka gunakan: in hoc signo vinces atau in this sign you will conquer yang berarti “dengan tanda ini kalian akan menaklukkan”.

EDL symbol
Simbol EDL

Seorang wanita berusia 20 tahun yang terkait dengan teroris EDL telah didakwa melakukan kekerasan dan dijadwalkan akan menghadiri pengadilan awal pekan ini.

Dua pria lainnya juga didakwa melanggar ketertiban dalam demonstrasi EDL di pusat kota Birmingham itu.

Petugas melakukan 20 penangkapan dalam demonstrasi itu, terutama karena EDL melakukan pelanggaran ketertiban publik dengan melempari kaleng, botol, batu dan yang lainnya selama kekacauan sporadis itu berlangsung.

teroris edl3
Dua pria berusia 26 dan 22 tahun juga harus menghadiri Pengadilan Magistrat Walsall  pada tanggal 9 Agustus mendatang  karena didapati membawa senjata ofensif.

Seorang juru bicara polisi mengatakan: “Penyelidikan polisi sedang berlangsung untuk melihat apakah ada pelanggaran lain yang dilakukan selama demonstrasi.”

“Beberapa CCTV berkualitas di area itu dapat menjadi bukti investigasi signifikan untuk menyeret sejumlah pelaku ke pengadilan atas jenis pelanggaran, pada saat itu, yang dianggap sebagai pelanggaran serius.” (banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.