Rezim Suriah kembali membantai 77 warga sipil muslim

13

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah loyalisnya kembali membantai 77 warga sipil muslim Ahlus sunnah pada Selasa (16/7/2013), laporan Komisi Koordinasi Lokal (LCC) Suriah.

Hari ketujuh bulan suci Ramadhan 1434 H tetap menjadi hari yang berat bagi kaum muslimin Suriah. Pesawat tempur, rudal, tank, dan artileri berat rezim Nushairiyah tak henti-hentinya membombardir mereka. Serangan massif itu menghantam desa-desa dan kota-kota yang mendukung revolusi rakyat.

Komisi Koordinasi Lokal melaporkan 77 warga sipil muslim kembali gugur pada Selasa. Di antara korban terdapat 8 orang wanita, 5 orang anak-anak dan 4 pria dewasa yang gugur setelah mendapat siksaan biadab tentara Bashar Asad.

Korban terbanyak berada di Damaskus dan pesisir Damaskus, yaitu 24 warga. Di kedua propinsi ini mesin perang rezim Nushairiyah dan milisi-milisi Syiah loyalisnya semakin gencar membombardir penduduk sipil. Selain ingin memutuskan dukungan warga muslim kepada revolusi, serangan massif itu juga bertujuan memukul mundur mujahidin Islam dan FSA.

Sebanyak 14 warga sipil muslim gugur di propinsi Dara’a. Di propinsi Aleppo yang 90 persen wilayahnya telah dikuasai mujahidin Islam dan FSA, bombardir massif rezim Nushairiyah menewaskan sedikitnya 10 warga sipil muslim.

Di propinsi Homs yang telah dikepung dan dibombardir massif selama 395 hari berturut-turut, sedikitnya 8 warga sipil muslim gugur. Puluhan lainnya mengalami cedera parah. Jumlah korban kemungkinan besar bertambah mengingat gencarnya bombardir rezim di propinsi ini.

Di propinsi Raqqah 7 warga sipil dilaporkan gugur. Sebanyak 4 warga sipil muslim dilaporkan gugur di masing-masing dari propinsi Idlib dan Hamah. Di propinsi Deir Ezzor sedikitnya 3 warga sipil gugur sebagai korban. Sementara itu di masing-masing dari propinsi Hasakeh, Qunteira dan Lattakia, seorang warga sipil muslim gugur oleh serangan pasukan rezim dan milisi Syiah. (muhibalmajdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.