Mujahidin Suriah: Konflik Suriah adalah konflik iman dan syirik

10

JAKARTA (Arrahmah.com) – Mujahid Suriah Muhammad Rabi Abdul Karim menegaskan dengan lantang bahwa apa yang terjadi di Suriah sekarang ini adalah konflik antara yang haq dan yang bathil antara iman dan syirik, ujarnya dalam ceramah singkat ba’da Dzuhur di Masjid Al-Furqon kompleks Dewan Dakwah Islamiyah Jakarta Pusat Kamis (4/7/2013).

Muhammad Rabi mengatakan bahwa ribuan mujahidin telah gugur sebagai syuhada untuk tegaknya agama Allah di bumi Syam.

“Kami di Suriah telah mempersembahkan ribuan syuhada agar kami bisa hidup di atas Islam dan agama Allah Ta’ala,” ujarnya penuh semangat

Dia juga menerangkan bahwa Iran telah mengucurkan dana milyaran dolar untuk rezim Bashar Assad. “Saat ini Iran telah memberikan bantuan uang 20 milyar dolar Amerika untuk rezim yang berkuasa di Suriah,” tambahnya.

Lantas untuk apakah bantuan dana dari Iran tersebut? Tidak lain dan tidak bukan untuk memerangi Islam dan kaum Muslimin.

“Bantuan ini digunakan untuk menyembelih kami, memperkosa perempuan-perempuan kami, membunuh anak-anak kami dan menghancurkan masjid-masjid kami,” lanjutnya menjelaskan.

Maka dia pun menghimbau untuk kaum Muslimin Indonesia agar memberikan solidaritasnya kepada kaum Muslimin Suriah.  Minimal dengan cara menjaga agama tauhid ini. “Karena dengan agama Islam ini kita dipersatukan,” pesannya.  

Muhammad Rabi juga memesankan kepada hadirin dan umat Islam agar mewaspadai Syiah.

“Pesan kami jangan biarkan meski sedikit pun kaum Syiah menyebarkan faham sesatnya! Jangan pernah memberikan kesempatan kepada mereka sejengkal pun!”

Tak kalah penting untuk diperhatikan oleh kaum muslimin pesan dari mujahidin Suriah ini, untuk memberikan perlawanan kepada kaum Syiah. “Dan juga kami meminta kepada kalian agar memberi perlawanan kepada Syiah dengan perlawanan yang sesungguh-sungguhnya,” ajak Muhammad Rabi.  (azmuttaqin/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.