Mujahidin Ash-Shabab: Kudeta militer di Mesir membuktikan kekuasaan hanya bisa diraih dengan kekuatan

7

MOGADISHU (Arrahmah.com) – Kelompok mujahidin Ash-Shabab Somalia menyatakan kudeta militer di Mesir dan pelengseran Presiden Muhammad Mursi pada Rabu (3/7/2013) membuktikan bahwa kekuasaan hanya bisa diraih dengan jalan kekuatan, bukan dengan demokrasi, laporan Reuters.

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh mujahidin Ash-Shabab Somalia pada Kamis (4/7), mengomentari kudeta militer yang didukung oleh kekuatan nasionalis, sekuler, dan Kristen Koptik yang menjatuhkan kepemimpinan Mursi.

Melalui komentar-komentar di akun twitter, mujahidin Ash-Shabab Somalia menjelaskan bahwa kesudahan nasib Mursi membuktikan bahwa aktivis Islam tidak akan dibiarkan memegang kekuasaan, meskipun mereka meraihnya melalui jalan pemilu yang demokratis.

“Sudah tiba waktunya untuk melihat dunia apa adanya, tanpa pandangan-pandangan “penuh bunga”. Perubahan hanya bisa terjadi dengan peluru, bukan dengan kotak pemilihan suara” bunyi salah satu pernyataan mujahidin Ash-Shabab Somalia.

Ash-Shabab Somalia mengatakan barangkali Ikhwanul Muslimin “hendaknya sedikir belajar dari sejarah dan orang-orang yang sebelumnya terpilih melalui pemilihan umum demokratis di Aljazair, atau bahkan Hammas”.

Kelompok Islam Hammas memenangkan pemilu di Jalur Gaza, namun ia menghadapi boikot dunia internasional. Sementara itu partai Islam FIS memenangkan pemilu Aljazair pada 1992 secara mutlak, namun militer mengkudeta kemenangan tersebut dan menyatakan FIS sebagai partai terlarang.

Ash-Shabab Somalia menambahkan “kapan Ikhwanul Muslimin akan terbangun dari tidur mereka yang sangat nyenyak dan menyadari sia-sianya usaha mereka dalam melakukan perubahan?”

Harakah Ash-Shabab Somalia adalah kelompok jihad Islam yang menerapkan syariat Islam di bumi Somalia. Rezim sekuler Somalia mendapat dukungan lebih dari 17 ribu pasukan salibis Uni Afrika dalam memerangi mujahidin Ash-Shabab. Lebih dari 3000 tentara salibis Uni Afrika tewas dalam pertempuran melawan mujahidin Ash-Shabab, menurut laporan resmi PBB. Sampai saat ini mujahidin Ash-Shabab masih menguasai propinsi Shabelle Bawah, Shabelle Tengah, Shabelle Atas, Gedo, Hiraan, Bay dan Bakool. (muhibalmajdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.