Berita Dunia Islam Terdepan

Dua bom mobil mengguncang Baghdad, 24 polisi Irak tewas dan cedera

1

BAGHDAD (Arrahmah.com) – Sumber pada Departemen Dalam Negeri rezim Syiah Irak melaporkan pada Senin (25/6/2013) sedikitnya 24 polisi Irak tewas dan cedera oleh ledakan dua bom mobil, di kawasan Asrama Kepolisian Keempat, barat daya Baghdad dan desa Batul, tenggara Baghdad.

Dengan adanya ledakan dua bom mobil di kawasan Asrama Kepolisian Keempat dan desa Batul tersebut, total terjadi delapan serangan bom mobil di ibukota Baghdad pada hari Senin, sejak pagi sampai malam, laporan Almada Press.

Sumber pada Departemen Dalam Negeri rezim Nouri al-Maliki mengatakan kepada Almada Press, “Sebuah bom mobil meledak pada malam hari ini, di jalan perdagangan, kawasan Asrama Kepolisian Keempat barat daya Baghdad. Data awal menyebutkan dua orang tewas dan sembilan lainnya cedera.”

Sumber mengisyaratkan bahwa jumlah korban sangat mungkin bertambah seiring dengan proses evakuasi korban dari lokasi serangan dan tingkat keparahan cedera sebagian korban.

Sumber itu juga mengatakan “sebuah bom mobil lainnya meledak, malam ini, di desa Batul, dekat jembatan Diyala, tenggara Baghdad. Sedikitnya satu orang tewas dan dua belas orang cedera dalam serangan bom mobil itu”.    

Departemen Dalam Negeri rezim Nouri al-Maliki mengumumkan bahwa sepanjang hari Senin (25/6/2013) ibukota Baghdad diguncang oleh delapan serangan bom mobil pada waktu yang hampir bersamaan. Ledakan serentak terjadi sekitar pukul 19.00 malam.

Selain dua ledakan bom mobil di Asrama Kepolisian Keempat dan desa Batul, Departemen Dalam Negeri melaporkan ledakan bom mobil juga terjadi di New Baghdad (tenggara Baghdad), Karradah Kharij (pusat Baghdad), desa Nasr (timur Baghdad), Husainiyah (timur laut Baghdad), desa Jihad (barat Baghdad), dan Nahrawan (selatan Baghdad).

Mujahidin Daulah Islam Irak dan Jama’ah Ansharul Islam gencar melakukan operasi jihad di propinsi-propinsi utara ibukota Baghdad. Bahkan di ibukota pemerintahan rezim Syiah Irak, Baghdad, operasi-operasi jihad mereka mengguncang rezim Nouri al-Maliki. Polisi, tentara dan pejabat rezim Syiah Irak menjadi sasaran utama operasi mujahidin Irak. (muhibalmajdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...