Berita Dunia Islam Terdepan

Syaikh Nashir Al-Umar resmikan Lembaga Tadabbur Indonesia di Masjid Istiqlal

1

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ketua Lembaga Tadabbur Qur’an International, Prof Nashir Al Umar dari Saudi Arabia meresmikan Lembaga Tadabbur Qur’an (LTI) Indonesia di Masjid Istiqlal Jakarta, Ahad (02/06).

Dalam sambutannya, Ketua Lembaga Tadabbur Qur’an International yang juga Sekjen Umat Muslim Dunia, Nashir Al Umar mengatakan Tadabbur Al Qur’an menjadi hal sangat penting yang merupakan kemuliaan umat Islam.

“Tadabbur merupakan manhaj atau metode Nabi Muhammad SAW dalam berinteraksi dengan Al Qur’an dan mengajarkannya kepada para sahabat,” ujarnya.

Dalam keterangan tertulis dari panitia peresmian LTI itu Syaikh Nasir Al Umar mengatakan, peresmian LTI yang diisi tabligh akbar Indonesia Bertaddabur Al Qur’an bertujuan menggugah dan memberikan semangat kepada umat Islam di Indonesia untuk mentaddabur A Qur’an.

“Betapa pentingnya mentadabbur Al Qur’an dan betapa mulianya mengkaji, mengamalkan nilai-nilai Qur’an dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” katanya.

Syaikh Nashir Al Umar dikenal sebagai ulama ahlussunnah berasal dari Saudi Arabia. Ia lahir pada 1952 di desa Maridisiyah, Kota Buraidah, provinsi Qasim.

Pada 1993 diangkat menjadi profesor Universitas Islam Al Imam Muhammad Bin Saud. Di Saudi Arabia dan negara negara teluk, Ia dikenal sebagai ulama yang memiliki perhatian khusus terhadap problematika umat Islam.

Saat ini Syaikh Nashir Al Umar menjabat Sekretaris Jendral Ikatan Ulama Muslim se dunia berkedudukan di Sudan dan ketua Lembaga Tadabbur Al Qur’an International.

Sementara itu, Ketua umum ormas Islam Wahdah Islamiyah yang juga ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin mengatakan, gerakan itu bertujuan menebarkan nilai-nilai universal Al Qur’an untuk membangun tatanan masyarakat Indonesia yang beradab, cinta damai, dan bersatu.

“Tadabbur merupakan bagian dari interaksi dengan Al Qur’an dan erat kaitannya dengan tilawah (membaca), tahfidz (menghafal), tajwid (membaca dengan benar) Al Qur’an. Ada kaitannya dengan aktivitas dan program membaca Al Qur’an,” katanya.

Sekjen MIUMI Bachtiar Nasir mengatakan, kebanyakan umat Islam hanya menjadikan Al Qur’an sebatas bacaan biasa dan terkesan ritual belaka, termasuk di Indonesia.

Ustadz Bachtiar yang akan memimpin lembaga Tadabbur Al Qur’an dan Muhammad Zaitun (ketua pembina) menambahkan, kegiatan bertaddabur Al Qur’an untuk meraih dan menebarkan rahmat dan kasih sayang terbesar Allah yakni hidayah atau petunjuk Al Qur’an kepada segenap komponen bangsa.

(annajah/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...