Berita Dunia Islam Terdepan

Mujahidin Uzbekistan terlibat dalam serangan bom syahid di propinsi Panjshir

9

(Arrahmah.com) – Serangan syahid yang menghancurkan gedung pemerintahan propinsi Pansjir, Afghanistan pada Rabu (29/5/2013) dini hari telah menewaskan 38 tentara boneka Afghan, 6 tentara AS, 6 penerjemah dan mencederai puluhan lainnya. Gedung Departemen Dalam Negeri dan 8 kendaraan Rangers dihancurkan oleh mujahidin.

Bersama Imarah Islam Afghanistan, mujahidin Harakah Islamiyah li-Uzbekistan mengeluarkan surat pernyataan bertanggung jawab atas serangan syahid tersebut. Berikut rilisan Harakah Islamiyah li-Uzbekistan yang dimuat oleh situs Anshar al-Mujahidin dan sejumlah situs jihad internasional lainnya.

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Harakah Islamiyah li-Uzbekistan

Penjelasan tentang serangan syahid di tengah Panjshir, Afghanistan

 

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam, Yang Maha Mengalahkan, Yang menghukum dengan keras tiap penjahat yang kafir.

Shalwat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada guru mujahidin dan penutup para nabi, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam, keluarganya dan seluruh sahabatnya. Amma ba’du.

Allah Ta’ala berfirman di dalam Al-Qur’an al-Karim:

(ذَلِكَ وَ لَوْ يَشَاءُ اللهُ لَانْتَصَرَ مِنْهُمْ وَ لَكِنْ لِيَبْلُوَ بَعْضَكُمْ بِبَعْضٍ، وَ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللهِ فَلَنْ يُضِلَّ أَعْمَالَهُمْ)

Begitulah dan seandainya Allah berkehendak, niscaya Allah akan menghancurkan mereka (tanpa kalian harus memerangi mereka), akan tetapi Allah hendak menguji sebagian kalian dengan sebagian lainnya. Dan orang-orang yang gugur di jalan Allah, niscaya Allah tidak akan menyia-nyiakan amal perbuatan mereka. (QS. Muhammad [47]: 4)

Pada pagi buta pukul 03.30 dini hari, tanggal 19 Rajab 2013 H / 29 Mei 2013 M, enam orang singa Allah yang pemberani melakukan serangan dengan membawa senjata ringan dan berat, sejumlah granat dan bom rompi. Mereka menyerang kantor pemerintah yang terdiri dari bangunan Departemen Kepolisian (Departemen Dalam Negeri) di tengah Panjshir, salah satu markas penting rezim murtad di Afghanistan.

Keenam mujahidin tersebut terdiri dari tiga orang dari negeri belakang sungai Amu Darya (Asia Tengah) dan tiga orang orang Afghanistan. Mereka semua berada dalam daftar pasukan berani mati, masing-masing menunggu giliran mereka dengan penuh kesabaran.

Serangan ini merupakan rangkaian dari operasi serangan “Khalid bin Walid” yang diumumkan oleh Imarah Islam Afghanistan pada bulan semi 2013 M.

Di awal serangan, mujahidin mengenakan pakaian polisi Afghanistan dan membunuh 8 orang murtad tentara penjaga pintu gerbang. Dengan itu mereka sukses masuk ke dalam gedung pemerintah. Mereka memekikkan teriakan “Allahu akbar”, lalu para mujahidin pelaku serangan syahid itu mulai menembak mati setiap orang Afghan, Amerika dan orang salibis lainnya yang mereka temui. Gedung pemerintah berhasil diledakkan, kendaraan-kendaraan militer berhasil dibakar, juga dokumen-dokumen dan hal-hal penting lainnya.

Serangan berlangsung selama lima jam penuh, sampai pukul 08.30 pagi. Mara mujahid pemberani itu membunuhi musuh-musuh Allah dan Allah mencampakkan rasa takut ke dalam hati mereka, sehingga menambahkan harapan umat Islam untuk meraih kemenangan. Para mujahidin itu memperlihatkan contoh nyata bagi saudara-saudara mereka, kaum muslimin yang masih disibukkan oleh kehidupan dunia, bagaimana seharusnya menjual nyawa mereka demi jalan Allah. Pada akhir serangan itu, mereka berhasil meraih tingkatan kematian yang paling tinggi, yaitu mati syahid. Allahu akbar!

Hasil dari serangan tersebut, membunuh 38 tentara murtad yang menjaga gedung pemerintah, membunuh 6 orang tentara salibis asing yang datang untuk mengunjungi pemerintah murtad propinsi Panjshir, membunuh 6 penerjemah dan pegawai pemerintah. Total korban tewas berjumlah 50 orang, sementara 43 lainnya mengalami cedera parah. Mujahidin juga berhasil menghancurkan 8 kendaraan militer jenis Rangers di halaman gedung, di saat gedung itu sendiri telah diledakkan dan dibakar habis, tidak ada manfaatnya lagi. Segala puji bagi Allah semata!

Kami mengingatkan kalian bahwa selama 12 tahun ini, propinsi Panjshir merupakan propinsi yang paling sedikit mendapatkan serangan mujahidin. Propinsi ini merupakan tempat kelahiran Jendral Ahmad Shah Masood, yang mengkhianati jihad di Afghanistan. Saat ini Panjshir merupakan salah satu pusat kekuatan pemerintahan rezim munafik Hamid Karzai.

Segala puji bagi Allah, Harakah Islamiyah li-Uzbekistan bekerja sama dengan Imarah Islam Afghanistan melakukan dua kali serangan yang sukses dengan mengerahkan para mujahidin pelaku serangan syahid. Satu setengah tahun yang lalu, mujahid Abdus Salam Auta menyerang markas militer pasukan NATO di kawasan Raha, propinsi Panjshir sehingga menewaskan 37 tentara Amerika.

Inilah para mujahid pelaku serangan syahid yang menyerbu gedung pemerintah di propinsi Panjshir:

1. Asy-syahid Hanzhalah (dari propinsi Qunduz)

panshir 1

2. Asy-syahid Kamil (dari Kasykadaria, Uzbekistan)

panshir 2

3. Asy-syahid Khadim (dari propinsi Baghlan)

panshir 3

4. Asy-syahid Muhammad Yasin (dari Kasykadaria, Uzbekistan)

panshir 4

5. Asy-syahid Nusratullah (dari propinsi Saripol)

panshir 5

6. Asy-Syahid Ammar (dari Kazakhstan)  

panshir 6

Seperti biasa, media massa kafir menyembunyikan jumlah sebenarnya dair korban. Tanpa malu-malu, media massa kafir menyatakan hanya satu orang yang tewas dan lima orang yang cedera. Setiap orang yang berakal sehat bisa mengungkap kebohongan pemberitaan tersebut dengan melihat kepada bekas-bekas dan akibat-akibat serangan tersebut, insya Allah.

Harakah Islamiyyah li-Uzbekistan akan terus melanjutkan operasi-operasi jihadnya di bumi Khurasan (Afghanistan) yang telah dimulainya sejak 12 tahun yang lalu. Kita berdoa kepada Allah semoga kemenangan di Khurasan telah dekat dan disusul oleh pembebasan-pembebasan di negeri-negeri belakang sungai Amu Darya (Uzbekistan, Tajikistan, Kazakhstan, Turkmenistan, Kyrgistan, edt). Hal itu bagi Allah bukanlah hal yang sulit!

 

Pimpinan Harakah Islamiyyah li-Uzbekistan   

20 Rajab 1434 H

30 Mei 2013 M

Sumber: Anshar al-Mujahidin

(muhibalmajdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...