Berita Dunia Islam Terdepan

Pertempuran sengit terjadi di Jabal Naubah, Mujahidin terus mengalir di Qushayr

5

JABAL AKROD (Arrahmah.com) – Jumat (31/5/2013) pagi. Pukul 07.30 waktu Jabal Akrod, Suriah. Dentuman mortir dari tentara rezim Asad seperti biasanya menyapa. Tapi kali ini, lain dari biasanya. Hari Jumat serangan mortir atau birmil dari tentara rezim Basha Assad lebih gencar dan massif.

Dari medan Jihad Suriah, Tim 1 Media untuk Suriah yang tergabung dalam Forum Indonesia Peduli Suriah (FIPS) melaporkan, serangan mortir tentara rezim Asad berupaya untuk menguasai atau merebut kembali kawasan Jabal Akrod dan Jabal Turkman yang sebagian besar dikuasai Mujahidin.

Al-hamdulillah, serangan militer rezim Nushairiyah pimpinan Bashar AsSad berhasil dihalau. “Sudah sering mereka menembakkan mortir untuk menguasai daerah kami, tapi dengan bantuan Allah, selalu kami usir, dan wilayah ini tetap dalam kendali kami,” kata seorang Mujahidin kepada Tim 1 Media untuk Suriah, Jumat (31/5), dalam laporan yang diterima arrahmah.com.

Sementara itu, dilaporkan pada Kamis (30/5) malam bahwadi Qushayr kembali berlangsung pertempuran sengit.

“Untuk di Qushayr sehari bisa mencapai kurang  lebih seribu serangan dari rezim Assad, baik dari udara ataupun darat, yang dibantu milisi tentara Iran, milisi Syiah Hizbullah dan milisi syiah lainnya, bekerjasama semuanya untuk menghantam Mujahidin,” ujarnya.

Untuk Qushayr, tambahnya, di pihak Mujahidin juga berdatangan dari berbagai penjuru seperti idlib, Daer  Zur,  Aleppo, dan lainnya. Semua katibah (batalyon) dari setiap provinsi bergabung di Qushayr. “Al-hamduillah, mereka dipukul mundur, dan wilayah ini masih dikuasai Mujahidin,” katanya lagi.

Dari Qushayr dilaporkan, tentara Nushairiyah banyak mengalami kerugian, baik materil, jiwa, ataupun persenjataan.  Pertempuran Kamis (30/5) malam, diperkirakan 10 mobil musuh hancur oleh serangan Mujahidin. Sementara dari mujahidin yang gugur (syahid, insya Allah) mencapai 40 orang. Tetapi dari pihak musuh, yang tewas lebih banyak lagi. (siraaj/Tim 1 Media untuk Suriah/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...