Berita Dunia Islam Terdepan

Mujahidin Ash-Shabab merilis video pertama operasi penyergapan terhadap pasukan salibis Kenya

1

MOGADISHU (Arrahmah.com) – Yayasan Media Al-Kataib, sayap media mujahidin Ash-Shabab Somalia pada hari Sabtu, 9 Jumadil Akhir 1434 H bertepatan dengan 20 April 2013 M merilis video berjudul Fa syarrid bihim man khalfahum # 1, atau Maka cerai-beraikanlah pasukan di belakang mereka dengan menumpas mereka bagian 1, petikan dari surat Al-Anfal [8]: 57. Video berdurasi 9 menit 8 detik itu mendokumentasikan operasi penyergapan yang sukses terhadap konvoi pasukan penjajah salibis Kenya di wilayah Bibi, propinsi Islam Juba.

Video diawali dengan pembacaan surat Al-Anfal ayat 57, lalu disusul dengan pemandangan mujahidin Ash-Shabab yang mempersiapkan diri untuk operasi penyergapan pasukan penjajah salibis Kenya. Mujahidin menyiapkan ranjau, mortar, roket RPG, senapan mesin berat dan senapan serbu.

Mujahidin Ash-Shabab menyiapkan operasi penyergapan di sebuah jalan raya yang berada di dekat sebuah hutan. Pohon-pohon yang rindang dan lebat serta rawa-rawa memungkinkan mujahidin untuk mengambil posisi yang menguntungkan. Regu ranjau mujahidin menanam beberapa ranjau di jalan yang akan dilewati konvoi pasukan salibis Kenya.

Operasi penyergapan itu mengakibatkan pertempuran sengit antara mujahidin Ash-Shabab dan pasukan penjajah salibis Kenya. Mujahidin menghujani pasukan salibis Kenya dengan senapan serbu, senapan mesin berat, dan roket RPG. Sebuah mobil mujahidin yang diperkuat dengan senapan mesin berat ikut ambil bagian dalam pertempuran sengit tersebut.

Sebuah tank pasukan Kenya berhasil dihancurkan dengan roket RPG mujahidin. Sebuah truk pengangkut pasukan penjajah salibis Kenya juga berhasil dilumpuhkan. Mayat-mayat tentara salibis Kenya berceceran di dekat kendaraan, pinggir jalan dan pepohonan. Helikopter tempur dikerahkan oleh pasukan salibis Kenya untuk membombardir posisi mujahidin, namun pasukan Kenya tak bisa diselamatkan lagi.

Pertempuran berlangsung selama beberapa jam sampai datangnya malam. Sisa-sisa pasukan salibis Kenya mencoba melarikan diri dengan dukungan perlindungan serangan udara. Namun pasukan cadangan mujahidin menghujani pergerakan mundur pasukan Kenya dengan tembakan mortar.

Beberapa kendaraan tempur dan pengangkut personil pasukan penjajah salibis Kenya berhasil dihancurkan. Belasan tentara Kenya tewas dalam pertempuran. Mujahidin meraih senjata dan amunisi dalam jumlah besar dari pasukan salibis Kenya. Di pihak mujahidin, tiga orang mujahid gugur sebagai syuhada’, yaitu Abu Yahya al-Anshari, Abu Ahmad al-Anshari dan Abu Sa’id al-Anshari. Semoga Allah menerima amal mereka dan menempatkan mereka di surga yang tertinggi, Al-Firdaus.

Video dokumenter ini juga diselingi dengan tiga ceramah ulama mujahidin; Syaikh Aiman az-Zhawahiri, Syaikh Abu Mush’ab az-Zarqawi dan Syaikh Abdullah Azzam. Syaikh Aiman az-Zhawahiri menyampaikan dua pesan kepada mujahidin, ulama, cendekiawan dan rakyat muslim Somalia. Pertama, pesan kepada mujahidin Ash-Shabab untuk tidak gentar dengan jumlah personil dan peralatan militer pasukan salibis yang jauh lebih unggul. Beliau mewasiatkan kepada mereka untuk melawannya dengan taktik perang gerilya, bom syahid dan operasi-operasi penyergapan.

Kedua, pesan kepada para ulama, cendekiawan dan rakyat muslim Somalia untuk melawan penjajahan salibis Kenya, Ethiopia dan Uni Afrika dengan jihad fi sabilillah.

Syaikh Abu Mush’ab Az-Zarqawi rahimahullah mewasiatkan kepada mujahidin untuk senantiasa teguh, sabar dan tidak ragu-ragu menghadapi pasukan penjajah salibis. Beliau mengutip pesan panglima sahabat Khalid bin Walid kepada para prajurit Islam untuk bersikap tegas, keras dan cepat dalam menghadapi pasukan musuh.

Ceramah Syaikh Abdullah Azzam rahimahullah ditampilkan di akhir video ini. Berlatar belakang tiga mujahidin Ash-Shabab yang gugur, kutipan ceramah beliau yang menerangkan keutamaan para syuhada’ menjadi penutup dari video.

Video rilisan Yayasan Media Al-Kataib ini dipubliskan secara resmi oleh Shada al-Jihad Media Center bekerja sama dengan Global Islamic Media Front (GMIF). Situs-situs jihad internasional kemudian mengutipnya dan mempublikasikannya secara lebih luas. (muhibalmajdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...