Berita Dunia Islam Terdepan

50 wanita Inggris dari berbagai latar belakang, etnis, usia dan agama, memeluk Islam

4

CAMBRIDGE (Arrahmah.com) – Universitas Cambridge telah menerbitkan sebuah laporan tentang pengalaman hampir 50 wanita Inggris dari semua latar belakang, etnis, usia dan agama (atau tanpa agama), yang akhirnya memeluk Islam, lansir Muslims Today pada Selasa (21/5/2013).

Laporan itu dikerjakan dan diproduksi oleh Pusat Studi Islam (CIS) Universitas, bekerja sama dengan New Muslim Projects, Markfield.

Laporan 129 halaman tersebut berisi beberapa rekomendasi untuk para mualaf, Muslim, dan masyarakat Inggris yang lebih luas, mencantumkan perhitungan sosial, emosional dan terkadang ekonomi selama proses menjadi mualaf.

“Tema konsisten yang mengalir melalui laporan ini adalah kebutuhan untuk meningkatkan tingkat dukungan bagi komunitas mualaf – dan potensi para mualaf sendiri untuk memberi pengaruh yang kuat dan transformatif kepada komunitas Muslim dan masyarakat Inggris yang lebih luas”, kata pemimpin proyek dan Direktur CIS, Yasir Suleiman.

“Tema lainnya adalah penggambaran yang sangat negatif tentang Muslim dan Islam di media Inggris dan peran masyarakat mualaf yang mungkin bisa berperan dalam membantu untuk memperbaiki keseimbangan ini. Laporan ini mencoba untuk menghilangkan kesalahpahaman dan kekeliruan mengenai para mualaf yang memeluk Islam. “

Fokus utama dari penelitian ini adalah perhatian yang sangat tidak proporsional baik oleh komunitas Muslim maupun non-Muslim kepada para mualaf wanita yang masuk Islam.

Hal ini sering merugikan mualaf Afrika-Karibia, sebagai kelompok etnis terbesar yang masuk Islam, yang sering diabaikan oleh komunitas Muslim dan non-Muslim sehingga menyisakan perasaan terisolasi.

“Mengingat gambaran stereotip dan sebagian besar pandangan negatif terhadap Islam di media dan masyarakat pada umumnya, dan mengingat bahwa cukup banyak hal seputar posisi perempuan dalam Islam, kami ingin memahami hal yang tampaknya paradoks mengenai mengapa wanita-wanita Barat yang berpendidikan tinggi dan berprofesi sukses memutuskan untuk memeluk Islam,” kata Manajer Proyek, Shahla Suleiman. (banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...