Berita Dunia Islam Terdepan

Politisi PKS Fachri Hamzah geram terhadap pemberitaan majalah Tempo

3

JAKARTA (Arrahmah.com) – Di situs media online Fachri Hamzah menuding jurnalisme Tempo sadis dan menyebar fitnah. Fachri berkicau pemberitaan tersebut tidak didasari fakta dan data sehingga hanya berisi fitnah belaka. Fachri bahkan menyebut  akunnya sengaja diblokir  pihak media cetak tersebut.

Kasus suap impor daging  diklaim PKS menjadi urusan mantan presiden PKS Luthfi Hasan Ishak  dengan Ahmad Fathanah. Tidak ada kaitannya dengan PKS secara institusi.

“Urusan pribadi pak Luthfi dan Fathanah itu dijelaskan melalui mekanisme hukum yang ada, karena prosesnya sedang berjalan. Tapi anda menarik ini menjadi masalah partai itu sangat tidak layak , karena tidak ada faktanya.” Begitu kicaunya.

Fachri menambahkan delik suap dalam kasus Lutfi menjadi semakin rumit karena Fachri menilai ada ketidaksesuaian antara pemberi dan penerima suap.

selingkuh fathonahMajalah berita mingguan (MBM) Tempo edisi 20-26 Mei 2013 mengangkat laporan utama tentang uang panas ke petinggi PKS. Judul sampul pada MBM Tempo tertulis “Selingkuh Fathanah dan partai Dakwah.”  Dalam grafiti,  tulisan tersebut terletak di satu sisi kotak amal seperti kotak amal di masjid, satu sisi lain dari kotak amal itu berlogo PKS, dengan lubang untuk memasukkan uang di atasnya.  Hanya saja pada kotak amal grafiti MBM Tempo, ada lubang lagi di bagian bawah dari satu sisi kotak amal tersebut yang menyembul uang kertas dari lubang di bawah itu.

Dalam deskripsinya laporan utamanya  di halaman 34  MBM Tempo menulis : TEKA-TEKI penikmat uang yang diduga hasil pembobolan kredit Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten oleh PT Cipta Inti Parmindo kian terang. Kejaksaan Agung menyatakan ada aliran uang dari direktur perusahaan tersebut, Yudi Setiawan, kepada Ahmad Fathanah, tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi dalam perkara kuota impor daging sapi. Uang juga mendarat ke kantong Luthfi Hasan Ishaq, ketika itu Presiden Partai Keadilan Sejahtera. Tempo memiliki beberapa dokumen penguat.

(azmuttaqin/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...