Berita Dunia Islam Terdepan

Puluhan Densus 88 kelelahan, empat jam lebih baku tembak dengan 4 tukang jahit

2

BANDUNG (Arrahmah.com) – Empat jam lebih sudah baku tembak antara sekelompok orang, sekitar 4 atau 6 orang dengan puluhan anggota Densus 88 di sebuah rumah di kampung Batu Rengat Desa Cigondewah Hilir Kecamatan Marga Asih Kabupaten Bandung Rabu (8/52013). Dari pukul 11.00 sampai berita ini diturunkan baku tembak masih terus terjadi.

Karena faktor kelelahan atau psikis personel Densus, pada berita berjalan di metro tv polisi meminta 4 orang tersebut untuk menyerahkan diri. Ke empat orang yang ada di dalam rumah tersebut menurut penuturan penduduk setempat berprofesi sebagai tukang jahit.

Sebagaimana diberitakan oleh media massa, termasuk dikutip dari ROL, puluhan personel Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan Polda Jabar masih melakukan pengepungan terhadap sebuah rumah kontrakan yang diduga dihuni terduga teroris.

Saat pengepungan terjadi, rentetan tembakan aparat ke arah rumah tersebut terdengar beberapa kali. Suara tembakan juga terdengar dari rumah kontrakan. Rumah tersebut berada di Kampung Batu Rengat, RT 2 RW 8, Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.

Polisi masih mengepung tempat persembunyian terduga teroris di RT2/RW8 Batu Rengat, Cigondewah Hilir, Marga Asih, Kabupaten Bandung. Ada balasan tembakan dari tempat persembunyian yang merupakan rumah kontrakan itu.

“Pengepungan mulai dilakukan pukul 11.WIB. Dalam pengepungan terjadi baku tembak antara polisi dan terduga teroris,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Drs Martinus Sitompul kepada para wartawan, Rabu (8/5).

Menurut Martinus belum diketahui berapa jumlah terduga teroris yangnberada di rumah kontrakan tersebut. Kata dia, polisi belum bisa melumpuhkan para pelaku karena melakukan perlawanan dengan senjata api.

Rumah yang dihuni para terduga teroris, imbuh dia, milik seorang warga bernama Anda Suhanda. “Pemilik rumah tersebut sudah dimintai keterangan untuk mengetahui identitas penghuni rumah tersebut,” ujar dia.

 (azmuttaqin/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...