Berita Dunia Islam Terdepan

Setelah 30 tahun, para pelaku pembantaian Hamah mendapat balasan setimpal

1

HAMAH (Arrahmah.com) – Sumber-sumber di kalangan mujahidin Suriah menegaskan tewasnya Brigader Jendral Walid Abazhah, pimpinan markas-markas milisi Syabihah, di tangan mujahidin FSA dari Brigade Mu’awiyah bin Abi Sufyan, laporan kantor berita Nora News.

Kantor Media mujahidin FSA menyatakan bahwa Walid Abazhah berasal dari kota Syarkas, propinsi Homs. Bapaknya adalah Anzaro Abazhah yang tewas di tangan mujahidin FSA beberapa bulan lalu di daerah Wadi Bardi, karena ia adalah komandan milisi Syiah Shabihah yang menjadi DPO mujahidin FSA.

Brigjen Walid Abazhah adalah komandan Dinas Intelijen Politik propinsi Hamah. Ia bertanggung jawab atas pembantaian pembantaian sangat terkenal yang dilakukan oleh rezim Hafizh Asad dan saudaranya, Raf’at Asad. Pembantaian biadab itu menewaskan lebih dari 38 ribu ribu penduduk sipil muslim Hamah yang menjadi anggota kelompok Ikhwanul Muslimin. Rezim Asad membantai mereka semua tanpa membedakan anak-anak, wanita, dan orang tua.

Pembantaian biadab di Hamah menjadi awal kebangkitan demonstrasi anti rezim Nushairiyah Suriah di Hamah pada 1979 M, lalu menyebar ke propinsi-propinsi lain di Suriah seperti Aleppo, Idlib, Homs dan lain-lain. Namun rezim represif Hafizh Asad dan saudaranya, Raf’at Asad, berhasil memberangus gerakan demonstrasi rakyat dan kembali mengurungnya di Hamah.

Pada 1980 M presiden Nushairiyah, Hafizh Asad, mengeluarkan UU no. 49, yang menjatuhkan vonis hukuman mati bagi setiap anggota Ikhwanul Muslimin setelah menjalani pengadilan militer. UU no. 49 menjadi awal bagi pembantaian-pembataian biadab terhadap penduduk Hamah, namun pada prakteknya tanpa melalui proses pengadilan militer.

Rezim Nushairiyah Suriah era presiden Hafizh Asad akhirnya melakukan pembantaian paling keji dalam sejarah Timur Tengah Modern. Pembantaian biadab yang menargetkan anak-anak, wanita, orang tua, remaja dan pria dewasa itu berlangsung selama 27 hari penuh. Pembantaian itu mencapai puncaknya dari tanggal 2 sampai 5 Februari 1982 M.

Pembantaian dimulai dengan pengepungan ketat dan bombardir dengan pesawat tempur dan artileri berat terhadap propinsi Hamah. Pasukan rezim Nushairiyah Suriah kemudian menyerbu ke dalam kota Hamah dengan dalih menghancurkan gerakan bersenjata Ikhwanul Muslimin yang akan melakukan kudeta. Rezim Nushairiyah Suriah telah menghancur leburkan dua pertiga desa-desa dan kota-kota di Hamah yang terhitung wilayah historis tertua dalam sejarah dunia.

Raf’at Asad, saudara kandung Hafizh Asad, secara resmi mengakui telah membantai 38 ribu penduduk sipil Hamah. Sementara itu Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan lebih dari 40 ribu penduduk sipil muslim Hamah gugur, 15 ribu warga dinyatakan hilang dan 100 ribu lainnya terusir dari Hamah. Mereka ditembak secara massal dan dikuburkan secara massal pula. (muhibalmajdi/arrahmah.com) 

Baca artikel lainnya...