Berita Dunia Islam Terdepan

Terjemahan video wawancara dengan wakil konsul Saudi yang ditahan Mujahidin Al-Qaeda (bagian pertama)

4

(Arrahmah.com)Fursan Al-Balagh Media merilis terjemahan bahasa Inggris video rilisan Al-Malahem media, sayap media Mujahidin Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), yang berjudul “Wawancara dengan wakil konsul Saudi” yang ditahan Mujahidin Al-Qaeda.

Dalam video wawancara bagian pertama ini, wakil konsul Saudi itu menjelaskan kekecewaannya terhadap pemerintah Arab Saudi yang mengabaikannya meskipun ia seorang pejabat tinggi di pemerintahan Saudi. Hingga saat ini Saudi belum berupaya membebaskan wakil konsulnya tersebut. Dia juga menjelaskan perihal bukti kerjasama antara pemerintah Saudi, Yaman dan Amerika Serikat dalam melancarkan serangan drone terhadap kaum Muslimin di Yaman.

Berikut terjemahan Indonesia-nya:

***

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Pewawancara: Bissmillahirrahmanirrahiim (Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

Selamat datang di wawancara ini bersama mantan wakil konsul Saudi di Aden, “Abdullah Alkhalidi” yang telah ditawan oleh Al-Qaeda di Semenanjung Arab sejak hampir satu tahun. Di mana kita akan berbicara tentang beberapa isu politik dan peristiwa-peristiwa yang terkait dengan rezim Saudi.

Pertama-tama: Apa alasan dibalik anda diabaikan kasusnya oleh pihak rezim Saudi meskipun anda dianggap sebagai salah satu perwakilan dari rezim tersebut di luar negeri. Dan anda telah menghabiskan waktu yang lama dalam hidup anda mengabdi pada rezim itu?

Abdullah Alkhalidi: Bissmillahirrahmanirrahiim (Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Saya mengucapkan selamat malam kepada pemirsa dan saudara-saudara pemirsa saya. Adapun pemerintah Saudi berkaitan dengan posisi saya: Saya, tentu saja, awalnya mewakili tidak hanya sebagai orang penting, Saya adalah seorang pemimpin tinggi atau pegawai tinggi di Konsulat Saudi, meskipun saya seorang wakil konsul jenderal, tetapi itu karena mereka tidak memiliki keberadaan seorang konsul jenderal, itu yang pertama.

Yang kedua: pemerintahan Saudi biasa mengabaikan staf dan warga negaranya di dalam dan di luar negeri. Adapun bukti tentang hal ini, Saya sekarang berada di penjara selama setahun ditawan oleh Al-Qaeda dan tidak pernah mendengar negosiasi serius apapun dari pihak pemerintah. Meskipun organisasi ini (Al-Qaeda) telah mengirim seseorang yang disebut (Adnan al-Qaeda) dan pria itu dibunuh oleh drone Amerika.

Tanda lainnya dari ketidakpedulian pemerintah Saudi adalah bahwa mereka tidak memberikan saya perlindungan sebagai seorang diplomat atau sebagai pria pertama di Konsulat. Demikian juga pemerintah Yaman tidak memberikan perlindungan personal apapun, ini menunjukkan bahwa pemerintahan Saudi pada dasarnya tidak peduli. Karena pemerintah bisa saja menekan pemerintah Yaman untuk memberikan saya perlindungan pribadi ketika mengetahui bahwa saya melaporkan kurangnya perlindungan bagi saya. Juga salah satu hal yang saya ingin pemirsa mendengarnya adalah, saya menulis untuk kantor luar negeri untuk menutup Konsulat Saudi setelah Konsulat Oman ditutup dan stafnya ditarik karena kondisi keamanan, dan meskipun begitu pemerintah Saudi mengabaikan keamanan kami sebagai staf dan sebagai warga nasional Saudi di Aden dan tetap membuka Konsulat, dan tidak menyediakan perlindungan (apapun) bagi saya atau rekan-rekan kerja saya. Dan faktor lainnya pemerintah Saudi mengabaikan kondisi saya dan ditawan Al-Qaeda: Pemikiran lama, yang mana tidak ada negosiasi dengan pihak manapun yang memenjarakan seorang warga negara atau pegawai, karena menganggap ini penyerahan dan sebaliknya ini menunjukkan perhatian Saudi bagi warga dan rakyatnya di luar negeri, ini merupakan faktor yang sangat buruk yang bertentangan dengan pemerintahan manapun, apakah Saudi atau yang lainnya.

Faktor lainnya adalah keinginan pemerintah Saudi untuk menyingkirkan saya sebagaimana yang terjadi dengan para pembajak dan para tahanan di Aljazair dalam sebuah operasi beberapa minggu yang lalu, ini bertentangan dengan apa yang Raja Abdullah bin Abdul Aziz katakan terkait kepeduliannya terhadap warganya dan menempatkan orang itu dan kepentingannya pertama di dalam prioritasnya (Raja Abdullah).

Sekarang, “bola” ada di lapangan Raja, kita harus melihat apakah dia akan membebaskan saya dan membiarkan saya kembali kepada keluarga saya dan anak-anak saya atau ini akan tetap menjadi pembicaraan antara para pegawai negeri sipil dan para menteri. Sekarang gilirannya Raja dan pemerintahan Saudi, saya telah berada di sini satu tahun dan tidak ada yang berubah, tidak ada negosiasi, tidak ada operasi serius untuk membebaskan saya atau membiarkan saya pergi dari tangan organisasi ini. “Bola” sekarang ada di lapangan Raja Abdullah, kita akan lihat jika dia benar-benar jujur dalam pengumumannya: peduli dengan warga negaranya, peduli dengan kepentingan rakyatnya, dan menempatkannya pertama!

Beberapa waktu yang lalu saya berbicara dengan beberapa staf yang baru diangkat untuk memperhatikan rakyat dan kepentingan mereka dan membuat keinginan mereka menjadi kenyataan. Sekarang saya telah satu tahun bersama organisasi ini (Al-Qaeda), tidak ada seorangpun yang melakukan sesuatu, Saya sebagaimana saya, tidak berubah.

Dari tempat ini, Saya menyeru Raja Abdullah secara langsung, jika dia benar-benar jujur atas yang dia katakan, jujur atas apa yang dia beritahukan, jujur dalam meminta semua menteri dan pegawai negeri sipil dan para pejabat tinggi untuk memperhatikan warga negara Saudi: Saya sekarang adalah seorang warga negara, kedua saya adalah seorang pejabat, dan ketiga sebelum dari semua itu saya adalah seorang Muslim dan membebaskan tahanan adalah bagian dari akhlak Islam. Bangsa-bangsa Muslim di masa lalu biasa untuk membayar ribuan untuk membebaskan para tahanan dari Roma, Persia, banyak bangsa, dengan tentara Salib untuk membebaskan satu atau dua orang. Organisasi ini tidak meminta banyak, hanya membebaskan para wanita kurang dari lima dan kurang dari 10 ulama, para Syaikh dan orang-orang ‘alim. Sekarang saya tidak berpikir alasan lain mengabaikan saya selain dari pada pemerintah arogan terhadap warga negaranya. Selama pemerintah arogan terhadap rakyatnya dan memandang mereka bukan apa-apa di hadapannya, pemerintah adalah pemilik, pelaksana, pemilik kekuasaan, pembuat keputusan, pemilik uang, dan rakyatnya bagaikan budak bagi pemerintah, itulah bagian alasan untuk mengabaikan saya.

Jika pemerintah memandang saya sebagai seorang warga negara dengan hak-hak dan tugas-tugas, saya telah melakukan semua tugas, meninggalkan keluarga saya dan datang ke Yaman untuk melayani negara, dan sekarang seharusnya saya mendapatkan hak-hak saya dan bagian dari itu adalah membebaskan saya dan membiarkan kembali kepada keluarga saya dan rakyat. Jadi saya kembali ulangi: Pemerintah atau secara khusus Keluarga Raja di Kerajaan menjadi sombong dan memandang rendah warganya sebagai bukan apa-apa. Jika warga negara adalah penting bagi mereka dan mereka peduli tentang masalah-masalahnya, mereka akan segera untuk membebaskan saya dan memulangkan saya kepada keluarga saya. Saya rasa ini alasannya, saya tidak bisa menemukan alasan lain pemerintah bersikap keras kepala untuk membebaskan saya.

Pewawancara: Baik, menteri luar negeri Saudi mendukung operasi tentara Aljazair untuk mendobrak masuk melawan Mujahidin yang mengambil para tawanan di Ain Amnas di Aljazair, tidakkah berarti mereka bisa mengulang skenario yang sama di Yaman dan anda menjadi korban?

Abdullah AlKhalidi: Tidak diragukan lagi begitu, yang mengikuti pengumuman menteri luar negeri dan peristiwa tersebut melihat bahwa hal ini adalah yang hal mereka inginkan, karena para tawanan dan para pembajak itu dibunuh, sebagaimana yang terjadi di Aljazair tetapi Allah mengasihi hamba-hambaNya karena niat baik saya, Saya memohon kepada Allah untuk membuat niat mereka melawan mereka, insya Allah.

Pewawancara: Sementara itu, kira-kira jika anda mengabdi untuk sebuah organisasi internasional sebagaimana anda mengabdi untuk rezim Saudi, ia akan bergerak untuk kasus anda dan peduli dengan anda, benar?

Abdullah Alkhalidi: Ya benar, dan sayangnya ini menyakiti perasaan orang dan membuat saya sedih, pengabdian yang Saya berikan dan upaya yang telah saya tempatkan dalam pengabdian pada pemerintahan ini dan dalam melayani warga negara di luar dan dalam negeri, Saya belum melihat ada rasa terimakasih apapun sebagai imbalan atau bahkan berterima kasih terhadap usaha saya, tidak ada satupun yang berterima kasih kepada saya dan Saya tidak dihargai tetapi malah diabaikan dan tidak ada keinginan untuk bernegosiasi dengan saya. Mungkin saya telah dilupakan oleh pemerintah: bukti dari ini adalah mereka tidak mengindahkan mediator (penengah).

Adapun organisasi ini, saya akan memberikan anda sebuah contoh: Organisasi palang merah, ada orang Perancis yang diculik, mereka mempedulikannya setiap hari, mengirimkan para tetua suku dan orang-orang penting, mengirimkan organisasi hak asasi manusia kepada organisasi Al-Qaeda untuk bernegosiasi untuk mengeluarkan orang Perancis itu. Dan orang Perancis itu benar-benar telah dibebaskan dan pulang ke rakyatnya, dan alasannya adalah bahwa organisasi tersebut peduli dengan stafnya dan pegawai pentingnya. Jadi organisasi ini memiliki kredibilitas bagi setiap orang yang bekerja untuk mereka atau bekerja sama dengan mereka, karena dia tahu betul bahwa jika dia disakiti bahkan oleh penyakit yang kecil, organisasi tersebut akan merawatnya dan memberikannya pelayanan yang penuh. Adapun saya, saya telah dipenjara selama setahun, tidak ada kabar, tidak didengar, tidak ada utusan, tidak ada negosiasi, bahkan mereka yang dikirim itu (oleh pemerintah Saudi, pent) seperti lelucon, tidak cukup serius, disaat perunding yang serius datang, dia dibunuh –semoga Allah menerimanya- oleh drone dan yang satu lainnya diabaikan, dan ngomong-ngomong orang ini mungkin yang akan menjadi mediator satu-satunya.

Pewawancara: Beberapa pers Amerika berbicara tentang pangkalan militer Amerika di Saudi yang mana dari sana drone lepas landas untuk membombardir Yaman, yang mana salah satu pesawat membunuh Syaikh Anwar al-Awlaki semoga Allah menerimanya dan Mujahidin lainnya, apakah pangkalan militer Amerika ini bertindak atas kemauannya sendiri tanpa berkonsultasi dengan kekuasaan apapun di Yaman? Dan jika demikian, maka dengan siapa (bekerja sama, pent)? Dan apa peran Saudi dalam aspek ini?

Abdullah AlKhalidi: Adapun pesawat-pesawat yang lepas landas dari kerajaan atau dari pangkalan di kerajaan […] ini jelas dilakukan berdasarkan kesepakatan antara pemerintahan Amerika-Saudi. Karena tidak ada pesawat yang bisa lepas landas dari sebuah negara tanpa izin negara ini,ada kesepakatan antara pemerintah Amerika Saudi dan ada banyak bukti dan adapun koordinasi antara pemerintah Saudi dan Yaman. Ada atase militer, tentu saja dia tunduk pada kedutaan besar Saudi di San’a. Para pegawai atase itu adalah semua tentara dari kementerian dalam negeri Saudi, atase ini memiliki kelas tinggi di atase itu, atase itu adalah satu-satunya yang melakukan koordinasi antara pemerintahan Saudi atau “Dapur politik Saudi” dengan pemerintahan Yaman atau pihak yang terkait dengan pemerintahan Yaman untuk memburu Al-Qaeda.

Ditambah dengan intelijen Amerika atau atase militer di Konsulat Amerika untuk bidang ini. Itu artinya ada koordinasi atara mereka, juga ada Skuad di Sana’a dari intelijen Saudi dan Oman yang bekerja sama dengan intelijen Yaman, ditambah intelijen Amerika. Koordiniasi empat atau lima pihak ini adalah yang menjalankan drone-drone itu.

Adapun atase militer, Saya akan memberikan anda satu contoh: ada kesepakatan untuk menyerahkan dan mengambil banyak peralatan militer yang telah diatur dua atau tiga tahun lalu melalui pelabuhan Aden, di sana ada kapal Saudi yang bermuatan amunisi –dan saya rasa ada sebuah kendaraan pembawa tentara- dan peralatan lainnya yang diberikan kepada pemerintah Yaman. Ini menunjukkan ada dukungan yang melewati tahap koordinasi dengan dukungan langsung dari pemerintah Saudi untuk pemerintah Yaman.

Pewawancara: Baik, apa yang pemerintah Saudi dapatkan dari membunuh Muslimin di Yaman?

Abdullah Alkhalidi: Demi Allah, ini menyakitkan, dan.. apa yang bisa saya katakan kepada para pendengar dan penonton! Membunuh seorang Muslim adalah haram dan dosa besar, menghancurkan satu batu Ka’bah pun pada waktu itu lebih baik daripada menumpahkan darah seorang Muslim, tetapi ini terjadi, pada kenyataannya di Yaman, selama pemerintah Saudi mengizinkan drone-drone lepas landas di tanahnya dan berkoordinasi dengan pemerintah Yaman dan pemerintah Amerika, maka ia berpartisipasi dalam pembunuhan Muslim tidak bersalah tanpa melakukan kejahatan. Dan yang seharusnya –bagian dari Syariah- dikatakan sebagai sebuah negara yang memakai hukum Islam bahwa (jika) ada seseorang yang dituduh atau ada tuduhan terhadapnya atau dalam keraguan (dugaan), dia harus dibawa ke peradilan berusaha untuk mengambil tindakan apa yang seharusnya diambil darinya dan memberikan haknya, tetapi malah membunuh hanya karena sebatas dugaan (kecurigaan), dan banyak yang dibunuh tidak terkait dengan organisasi ini (Al-Qaeda).

Bersambung insya Allah..

Kutipan bagian selanjutnya: 

Abdullah Alkhalidi: Al-Qaeda ingin untuk menerapkan teladan Islam dalam kenyataan dan pemerintah Saudi menolak itu..

Selama pemerintah Saudi memasok Amerika Serikat dan dunia dengan minyak yang murah, maka itu artinya ekonomi Amerika stabil!

 

Download:

Kualitas Tinggi


http://archive.org/download/fors-kons/1.wmv
http://archive.org/download/fors-kons1/1.wmv
http://archive.org/download/fors-kons2/1.wmv
http://archive.org/download/fors-kons3/1.wm

Kualitas Menengah

http://archive.org/download/fors-kons/1.rmvb
http://archive.org/download/fors-kons1/1.rmvb
http://archive.org/download/fors-kons2/1.rmvb
http://archive.org/download/fors-kons3/1.rmvb

Kualitas Mobile

http://archive.org/download/fors-kons/1.3gp
http://archive.org/download/fors-kons1/1.3gp
http://archive.org/download/fors-kons2/1.3gp
http://archive.org/download/fors-kons3/1.3gp

 

(siraaj/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...