Berita Dunia Islam Terdepan

Tentara Tunisia terlibat pertempuran dengan Mujahidin di wilayah pegunungan

1

TUNIS (Arrahmah.com) – Tentara boneka Tunisia pada Rabu (1/5/2013) terlibat bentrok dengan sekitar 50 anggota Salafi Jihadis di wilayah pegunungan terpencil, Gunung chaambi, ujar pejabat keamanan dikutip Al Arabiya.

“Kelompok ini terdiri dari lebih dari 50 Salafi Jihadis,” ujar sumber kepada AFP, menambahkan bahwa mereka dipersenjatai dengan baik dan beberapa dari mereka datang dari utara Mali.

Seorang wartawan AFP yang berada di dekat lokasi pertempuran melaporkan bahwa ia mendengar baku-tembak di daerah tersebut yang dekat dengan perbatasan Tunisia-Aljazair yang dikelilingi oleh tentara dan helikopter patroli.

Pada Senin (29/4), pasukan rezim Tunisia mulai memburu mereka yang diklaim bersembunyi di wilayah pegunungan.  Pihak berwenang hanya menggambarkan mereka sebagai “teroris”, menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut dan hingga berita ini diturunkan operasi masih berlangsung.

Para pria bersenjata menanam ranjau buatan sendiri di lokasi pertempuran yang berhasil melukai sekitar 10 tentara dan anggota Garda Nasional, beberapa dalam kondisi serius.

Kelompok tersebut telah lama diincar oleh pasukan keamanan Tunisia sejka Desember lalu setelah serangan terhadap pos perbatasan Bou Chebka di mana seorang anggota Garda Nasional tewas.

“Mereka kemudian merekrut beberapa pemuda dari Kasserine dan beberapa lainnya datang dari Mali,” klaim sumber keamanan tanpa menjelaskan bagaimana ia mendapatkan informasi itu.

“Kemarin (30/4) kami menemukan granat, bom militer dan buatan tangan, dokumen tentang bagaimana membuat bom rakitan, peta dan ponsel yang digunakan untuk melakukan panggilan ke luar negeri,” tambahnya.

Tidak seperti awal pekan ini, operasi pada Rabu dilakukan oleh tentara yang memiliki satu-satunya unit yang mampu mendeteksi ranjau darat.  Garda Nasional atau polisi tambahan hanya memainkan peran sekunder.

Bassem Haj Yahia, seorang anggota Garda Naisonal yang kehilangan kaki setelah salah satu bom ranjau meledak mengatakan bahwa militer menghadapi musuh yang terorganisir dan bersenjata. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...