Berita Dunia Islam Terdepan

Di antaranya Abu Ajib, 30 mayat milisi Syiah Hizbullah kembali tiba di Lebanon

3

TRIPOLI (Arrahmah.com) – Media massa Timur Tengah melaporkan sedikitnya 30 mayat milisi Syiah Hizbullah Lebanon yang tewas dalam pertempuran melawan mujahidin dalam wilayah Suriah kembali tiba di Lebanon. Di antaranya terdapat mayat Abu Ajib, komandan Brigade Al-Quds.

Stasiun TV Al-Arabiya pada Senin (29/4/2013) melaporkan dari sumber-sumber yang dekat dengan milisi Syiah Hizbullah bahwa sekitar 30 mayat anggota milisi itu yang tewas dalam pertempuran di Suriah telah tiba di Lebanon.

Sumber-sumber itu menegaskan bahwa di antara mayat yang tiba adalah mayat salah seorang komandan milisi bernama Hamzah Gamlush dan Abu Ajib, komandan pasukan khusus Brigade Al-Quds Iran.

Salah seorang anggota Persatuan Ulama Muslimin Sedunia dan koordinator Persatuan Lembaga Kemanusiaan untuk Urusan Pengungsi Suriah di Lebanon, Hisam al-Ghali, lewat akun twitternya pada Ahad (28/4/2013) menulis “telah sampai mayat-mayat baru anggota milisi Hizbullah di wilayah selatan namun belum diserahkan kepada keluarga mereka.” Ia tidak memberikan penjelasan lebih rinci.

Beberapa hari sebelumnya, al-Ghali menulis, “terjadi peningkatan pengantaran maya-mayat para petempur milisi Syiah Hizbullah dari desa-desa Syiah di Lebanon dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya.” Ia menegaskan “setiap hari, puluhan mayat anggota milisi itu dikuburkan dan kesedihan melanda desa-desa Syiah.”

Mantan pemimpin umum milisi Hizbullah Lebanon, Shubhi at-Thufaili, beberapa waktu yang lalu dalam keterangan pers menegaskan, “138 anggota Hizbullah tewas dalam pertempuran-pertempuran di Suriah, yang melakukan intervensi dengan perintah langsung dari Iran.”

Ath-Thufaili berharap semua pihak bisa berfikir sehat dan kembali kepada nurani mereka. Ia menyerukan kepada Hizbullah untuk kembali ke Lebanon dan menghentikan peperangan dalam wilayah Suriah. Menurutnya milisi Hizbullah “tidak berperang untuk membela makam Sayyidah Zainab, namun membela pemerintahan Bashar Asad.” (muhibalmajdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...