Berita Dunia Islam Terdepan

Menara Masjid bersejarah di Aleppo mengalami kehancuran

3

ALEPPO (Arrahmah.com) – Menara sebuah Masjid abad ke-12 di Suriah utara, Aleppo telah dihancurkan pada Rabu (24/4/2013), meninggalkan puing-puing dan logam yang berserakan di halaman Masjid, lansir Al Arabiya.

Rezim brutal pimpinan Assad disalahkan oleh pejuang Suriah atas kehancuran Masjid Umayyah yang berdiri di jantung kota Aleppo yang juga merupakan salah satu situs warisan dunia.

Ini adalah kedua kalinya dalam beberapa hari, sebuah Masjid Sunni bersejarah di Suriah menjadi target serangan.  Masjid-masjid Sunni di Suriah digunakan sebagai batu loncatan untuk protes anti-pemerintah pada hari-hari awal pemberontakan dua tahun lalu dan banyak yang telah menjadi target serangan.

Kantor berita Suriah, corong propaganda rezim, SANA, mengklaim bahwa Mujahidin Jabhah an-Nushrah meledakkannya, namun aktivis oposisi yang berbasis di Aleppo, Mohammed al-Khatib mengatakan tank rezim Suriah melepaskan tembakan yang menghancurkan menara Masjid.

Masjid tersebut berada di bawah kendali Mujahidin Suriah setelah pertempuran sengit selama beberapa hari yang merusak beberapa bagian Masjid.  Namun daerah disekitarnya masih diperebutkan.  Pasukan rezim Assad berada sekitar 200 meter jauhnya dari Masjid.

Sebuah video amatir yang diposting secara online oleh pusat media kelompok aktivis Aleppo memperlihatkan lengkungan Masjid yang hangus dan reruntuhan menara.

Berdiri di halaman Masjid, seorang pria mengatakan pasukan rezim baru melepaskan tembakan sebanyak tujuh kali ke arah menara, namun gagal merobohkannya.

“Kami berdiri di sini hari ini dan tiba-tiba tank mulai menyerang menara,” ujar pria itu.  “Mereka (tentara rezim) kemudian mulai berusaha menyerbu Masjid tapi kami mendorong mundur mereka.”

Kehancuran Masjid bersejarah di Aleppo terjadi hanya berselang beberapa hari dengan hancurnya Masjid Omari di selatan Suriah, kota Daraa.  Masjid Omari dibangun selama penaklukan di Suriah pada zaman Khalifah Umar ibn al-Khattab Radiyallahu anhu pada abad ketujuh.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...