Berita Dunia Islam Terdepan

Ulama ASWAJA se-Jabodetabek tolak RUU ormas

Majelis Mudzakarah Ulama ASWAJA Se-Jabodetabek Tolak RUU Ormas (Foto: fatih mujahid/mediaumat.com)
5

(Arrahmah.com) – Seiring dengan derasnya gelombang penolakan terhadap RUU Ormas yang akan disahkan DPR-RI dalam waktu dekat ini, puluhan ulama yang tergabung dalam Majelis Mudzakarah Ulama Ahlus Sunah Wal Jama’ah se-Jadebotabek (Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi) dan Sukabumi Menolak disahkannya RUU ini.

Para ulama ini berkumpul di Rumah Makan Suharti, Jl. Dewi Sartika, Jakarta Timur, Rabu (27/3/2013) pagi untuk membacakan pernyataan sikap atas RUU tersebut.

Ulama yang hadir di antaranya KH Shoffar Mawardi (Pimpinan Ma’had Daarul Muwahhid, Jakarta), KH Muhyiddin (Pimpinan  Ponpes An-Nur Pamijahan Bogor), KH Ahmad Zainuddin (Ponpes Al Husna Cikampek), KH Abah Hideung (Pimpinan Ponpes An-Nidzomiyah, Sukabumi), KH Abdy Idris (MUI Depok), dan lainnya.

Setelah mengadakan pertemuan, para ulama pun langsung audiensi ke DPR-RI dan diterima oleh Ketua Pansus RUU Ormas Malik Haramain. Ulama menyatakan sikap dengan tegas pada Pansus, Menolak RUU Ormas.

Adanya pasal-pasal krusial dalam RUU Ormas tersebut, dinilai para ulama berpotensi menghambat kaum Muslimin dalam menunaikan kewajiban asas mereka di antaranya amar ma’ruf nahi mungkar.

“RUU ini akan mengembalikan negeri ini ke era represif Orde Baru,” ujar Abah Hideung saat konferensi pers, Rabu (27/3/2013) di Jakarta.

Pimpinan Pondok Pesantren An-Nidzomiyah Cicurug Sukabumi ini pun menyerukan kepada DPR dan pemerintah agar membatalkan RUU Ormas tersebut.

“Kami mengajak seluruh komponen umat Islam untuk bersama-sama menolak rencana pengesahan RUU Ormas tersebut,” imbuhnya.

Sedangkan KH Shoffar Mawardi di kesempatan yang sama juga menegaskan menolak RUU Ormas yang penuh mudharat itu.

“Kita berharap pemerintah dan DPR menghentikan ini, ketimbang urus yang seperti ini lebih baik urus yang lebih bermanfaat, karena RUU ini hanya akan mendatangkan  mudharat,” tuturnya kepada mediaumat.com.

Kiai Shoffar, menolak dengan tegas penerapan kembali asas tunggal Pancasila. Yang semestinya, menurut Pimpinan Ponpes Darul Mawahid Jakarta ini, Indonesia harus menerapkan Islam jika ingin menjadi negeri yang diberkahi oleh Allah.

“Hidupkan Islam dan berikan kesempatan pada umat Islam untuk membangun negeri ini,” pungkasnya.

(mediaumat.com)

Baca artikel lainnya...