Mantan agen CIA menyesali perbuatannya

252

Support Us

Memata-matai Muslim Amerika yang turut berperang memerangi pasukan AS di luar negeri, seorang mantan agen CIA menyesali tugasnya yang menyebabkan tumpahnya banyak darah warga sipil.

“Saya malu atas beberapa hal yang terjadi di sana,” kata Jara kepada Los Angeles Times pada Senin (18/3/2013), dilansir Onislam.

“Saya tidak menyakiti orang lagi. Jiwa saya tidak bisa menerimanya,” lanjut Jara.

Mantan gangbanger di timur Bakersfield di California ini memeluk Islam empat tahun sebelum serangan 9/11.

“Dua belas tahun lalu, Fernando saat itu sedang mencari sesuatu untuk diyakini,” kata Daymon Johnson, seorang profesor ilmu sosial dan filsafat, menceritakan pria yang ia anggap sebagai kawannya itu.

“Di kelas studi di Chicano, ia membenci orang Amerika kulit putih. Di kelas filsafat, ia menjadi seorang Atheis dan suka mengutip Nietzche. Di kelas studi keagamaan, ia pindah ke Islam, belajar Al-Quran dalam bahasa Arab dan menumbuhkan janggut panjang ala Arab.”

Setelah serangan 9/11, Jara kembali beralih keyakinan. Dia bekerja untuk menjadi mata-mata di negara-negara Muslim bersama CIA, menggunakan identitas muallafnya sebagai topeng.

Jara mendapatkan pelatihan senjata dan perang yang luas di CIA, ia berusaha terhubung dengan Muslim di California untuk mendapatkan akses ke luar negeri.

Jara yang kala itu mendapatkan gaji sebesar USD 48.000 dari subkontraktor CIA tanpa jejak publik, diperkenalkan kepada tokoh-tokoh Muslim di utara California.

Dia pernah pergi ke Yaman. Di sana ia menyusup ke asosiasi-asosiasi Islam, sekolah dan universitas untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan CIA.

Di Afghanistan, ia menemukan rute yang biasa digunakan oleh para Muhajirin untuk masuk ke medan Jihad, melacak warga Muslim Amerika yang bergabung dalam berjihad melawan pasukan penjajah pimpinan AS di sana.

Berita Terkait

“Saya memburu orang-orang asing (Muhajirin),” katanya.

Setelah lima tahun bekerja memata-matai umat Islam, jiwa Jara mulai retak, mempertanyakan tentang misinya dan manfaat informasi yang ia kumpulkan.

“Militer akhirnya membom daerah-daerah tertentu di mana di sanalah ada korban sipil,” kata Prof. Johnson. “Itu memicu trauma emosional yang amat dalam pada dirinya.”

Jara kembali ke AS pada musim panas tahun 2006. Saat itu, Jara telah berjuang melawan penyakit psikologisnya, kemudian divonis mengidap PTSD atu post-traumatic stress disorder.

Di sebuah gedung di Chicago, “Saya diinterogasi dan diberi tes poligraf,” katanya.

“Kemudian Saya diperintahkan untuk mengembalikan semua semua peralatan saya. Saya menderita beberapa gangguan saraf. Saya mulai menangis seperti bayi,” ungkapnya.

“Saya tinggal sendiri,” kata Jara, seraya menambahkan bahwa ia tidak mendapatkan bantuan dari pemerintahnya setelah menjalankan tugas yang membuatnya hampir gila dan menjalani hidup baru dengan membawa beban moral.

Tujuh tahun telah berlalu sejak saat itu, tetapi ia masih berjuang melawan sakit psikologisnya, masih sering merasa ketakutan dan kecemasan berlebihan.

Dengan dibantu ayahnya, Jara kini menjalani hidup sebagai petani. Tinggal di perkebunan Rockhill, menanam dan menjual buah dan sayur-sayuran. Di sana, Jara dan para profesor dari Claremont School of Theology juga memimpin konseling harian dan sesi studi Bible

Di sana, Jara berusaha menyembuhkan sakit mentalnya dan menjadi pribadi baru. 

PTSD adalah penyakit yang juga diderita oleh sejumlah besar para tentara AS setelah pulang dari perang melawan kaum Muslimin, seperti di Irak dan Afghanistan. Bahkan tak sedikit dari mereka yang memutuskan mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. (siraaj/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Patriark Serbia Penyangkal Genosida Muslim Bosnia, Meninggal Karena Covid-19

MONTENEGRO (Arrahmah.com) – Pemimpin Gereja Orthodoks Serbia telah meninggal dunia akibat Covid-19 dalam usia 90 tahun. Patriark Irinej dibawa ke rumah sakit pada awal November setelah menghadiri pemakaman kepala Gereja Orthodoks Serbia di…

Parlemen Turki setujui pengerahan pasukan di Nagorno-Karabakh

ANKARA (Arrahmah.com) - Parlemen Turki menyetujui pengerahan pasukan untuk bergabung dengan pasukan Rusia di sebuah pos pengamatan di Nagorno-Karabakh setelah Armenia dan Azerbaijan menandatangani gencatan senjata yang ditengahi oleh Rusia…

Israel Lancarkan Serangan Artileri ke Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Pasukan pendudukan penjajah Zionis, pada Sabtu malam (21/11/2020), kembali melancarkan serangan artileri ke sebuah pos kendali lapangan di Jalur Gaza utara, tak lama setelah jatuhnya sebuah roket yang ditembakkan dari…

Azerbaijan: Armenia ubah kota Aghdam menjadi puing-puing

AGHDAM (Arrahmah.com) - Penduduk Aghdam, yang diduduki Armenia selama 27 tahun, mengatakan pada Sabtu bahwa kota itu berubah menjadi kota yang hancur. Di Aghdam, tempat tentara Armenia mundur pada 20 November, hampir tidak ada bangunan…

Turki: Kami beda dalam 2 hal dengan AS

ANKARA (Arrahmah.com) - Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin kemarin (22/11/2020) mengungkapkan poin ketidaksepakatan yang paling menonjol antara negaranya dan Amerika Serikat. "Apakah Joe Biden tiba di Gedung Putih atau…

Pemboman di Suriah utara tewaskan 29 pejuang pro-Turki

AL BAB (Arrahmah.com) - Dua puluh sembilan orang tewas pada Selasa (24/11/2020) oleh bahan peledak dalam tiga insiden terpisah di beberapa bagian Suriah utara di sepanjang perbatasan dengan Turki, menurut laporan kelompok pemantau. Tidak…

Aktivis wanita Saudi alami pelecehan seksual di Penjara

RIYADH (Arrahmah.com) - Aktivis hak-hak perempuan Saudi telah disiksa dan dilecehkan secara seksual oleh para interogator saat mereka mendekam di penjara, tidak memiliki pengadilan yang adil, klaim laporan baru-baru ini. Laporan…

Sudah Dua Pekan Para Pengungsi Merapi Menempati Barak Pengungsian

MAGELANG (Arrahmah.com)  - Naiknya status Siaga atau Level III Gunung Merapi membuat ribuan warga baik di DI Yogyakarta maupun di Jawa tengah harus mengungsi, terutama jika lokasi rumahnya berada didalam radius 5 kilometer dari puncak…

Satu tentara tewas dalam serangan bom ranjau di Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Ledakan ranjau di wilayah Karabakh Atas menewaskan satu tentara Azerbaijan dan juga melukai seorang tentara Rusia, kata pejabat militer Rusia, Senin (23/11/2020). Ledakan itu terjadi di wilayah Suqovusan di…

TNI dan FPI Musyawarah Bahas Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dan Front Pembela Islam (FPI) bermusyawarah untuk mencari solusi terkait baliho bergambar Habib Rizeq Shihab. Musyawarah tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat…

Lembaga donor internasional siap topang Afghan dengan miliaran dolar

JENEWA (Arrahmah.com) - Puluhan lembaga donor mulai menjanjikan miliaran dolar sebagai bantuan bagi Afghanistan dalam konferensi yang digelar di Jenewa hari Selasa (24/11/2020), dengan harapan negosiasi damai yang dibangun antara pemerintah…

Terkait Acara Habib Rizieq, Wagub DKI Diperiksa 8 Jam dengan 46 Pertanyaan

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku dicecar 46 pertanyaan oleh penyidik polisi terkait kerumunan di kediaman pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab, kawasan Petamburan, Jakarta…

Iklan